Skip to content
Tabloid Gema Komsos Padang

Daya Jangkau FKUB Terbatas

Toleransi dan kerukunan mempunyai ‘nafas’ yang sama. Toleransi akan menciptakan kerukunan! Dalam bertoleransi entah mayoritas maupun minori­tas (dalam jumlah) saling menghargai, meng­hormati keberadaannya masing-masing. Semua bisa menerima kondisi dari kelompok yang berbeda keyakinan/agama dan mem­punyai peluang mengembangkan imannya dengan baik. Idealnya memang demikian. Secara riil di Kota Padang, situasi tole­ransi

Ada Suasana Sangat Berbeda

Nama saya Imsal Mi­kael Siri­bere. Saya ber­syu­kur kepada Tuhan bisa berse­kolah di sekolah favorit Padang. Kini, saya kelas X SMA Negeri 1 Padang. Saya ber­asal dari Dusun Simatalu Limu, Desa Sima­talu, Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai. Jalan ke situ, berawal dari pengumum­an adanya program bantuan ADEM di seko­lah saya, SMP

Bukittinggi Mundur, Sumatera Barat?

Sebagai warga Kota Bukittinggi selama sekitar tiga puluh dua tahun, Antonius Didik Triyanto merasakan benar per­bandingan yang mencolok hubungan antar­umat beragama di masa lalu dengan masa kini – terutama sepuluh tahun terakhir ini. Didik melihat dan menilai, masyarakat Bukittinggi meng­alami kemunduran dalam hidup bertoleransi. Salah satu sebabnya, karena munculnya paham

Memantapkan Kerjasama Antarumat Beragama

Salam belas kasih. Saudari dan saudara umat se-keuskupan Padang dan para pembaca GEMA yang budiman, seperti kita ketahui bersama, pemerin­tah Indonesia melalui Menteri Agama mencanangkan tahun 2022 ini sebagai Tahun Toleransi sebagai satu wujud komitmen yang kuat untuk mem­bangun hidup kebangsaan dalam masyarakat yang majemuk. Hidup bersama dalam satu masyarakat

Artikel Terbaru

Our Visitor

0 0 1 9 8 7
Users Today : 8
Users Last 30 days : 170
Users This Month : 107
Total Users : 1987
Views Today : 23
Views Last 30 days : 747
Views This Month : 555
Total views : 8184

Pilih Melajang atau Menikah?

Kapan menyusul? Ditunggu undangannya, ya! Pertanyaan jamak terdengar dalam percakapan saat menghadiri pesta perkawinan. Pertanyaan mengandung maksud menanyakan kepada seseorang saatnya menikah. Apalagi kalau orang itu datang ke pesta perkawinan bersama pacar atau teman yang berlainan jenis. Pertanyaan tersebut wajar, lumrah-lumrah saja. Sebab pada satu titik waktu saat usia tergolong

Melajang – Menikah Tujuan Hidup

Melajang dan menikah adalah sebuah pilihan! Bahkan, bisa menjadi tujuan hidup. Terkait tujuan, semua manusia di bumi ini pasti sepakat tujuan hidup adalah menikah dan memiliki keturunan. Sehingga akan berkembang banyak. Namun, di perjalanan hidup seseorang, tujuan ini ternyata bisa berubah dengan berbagai pengaruh situasi dan kondisi yang tidak sejalan

Menjadi Tua Niscaya, Bertambah Dewasa…???

Ketika suatu hari terdapat diskusi hangat antara seorang suami dengan istrinya. Pada momen itu sang suami menunjukkan perasaan bahwa sikap tersinggung. Istrinya kemudian berkata, “Sekarang koq mudah tersinggung ya? Itu gejala getting old, lho!” Sang suami kemudian terdiam sejenak. Cepat tersinggung, marah, kecewa dengan perlakuan orang yang dirasakan kurang menghormati,

Arif di Masa Tua

Kebijaksanaan pada manusia usia lanjut (manula) selaras dengan adanya kondisi mental yang sehat. Kriteria sehat mental antara lain memiliki pengetahuan diri, penerimaan diri, harga diri, kepercayaan diri, mampu mengendalikan dan mengembangkan diri, dan memiliki kemauan untuk berhubungan dengan orang lain baik secara interpersonal maupun sosial. Terdapat tiga aspek penting mencapai

Banyak Belajar dari BIA

Menjadi pendamping kelom­pok Bina Iman Anak (BIA) di Stasi Santo Ambrosius Ta­bing Paroki Santo Fransiskus Assisi Padangbaru bagi Fitri Widya MR Hulu (24), bukan banyak memberi tetapi justru banyak menerima. Mengaku nol pengalaman menjadi kaya pengalaman. “Sebagai pen­dam­ping justru banyak hal saya dapatkan. Selain belajar mengenali diri sendiri, bisa memahami

Dari Ajakan Teman

“Beruntung bila kita aktif dalam aktivitas Orang Muda Katolik (OMK). Pengalaman saya ber­organisasi sejak SMP contoh­nya, skill atau kemampuan baru terasah, punya relasi, dan menjalani hal-hal baru, misalnya belajar memim­pin dan mela­yani Tuhan,” ucap Rimta Dina Tio Simbolon (18). Mantan Sekretaris OMK yang kini Ketua OMK Paroki Santo Fidelis Payakumbuh

Hobiku Kini Sandaranku

Kehidupan anak kost terkadang diidentikan kondisi “serba keku­rangan”. Akan tetapi, bagi seba­gian orang, kondisi itu memicu sebuah “proses kreatif”. Inilah yang dialami Anania Hia, S. Hum (33). Di tahun terakhir kuliah­nya di Jurusan Sastra, Universitas Bung Hatta-Padang, gadis asal Sigapokna Kec. Siberut Barat, Kep. Mentawai ini berupaya mencari uang saku

Ada Kemauan Ada Peran

Sejak sebagai Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Santa Clara-Rupat, Paroki St. Fransiskus Xaverius-Dumai, Riau pada Maret 2020, Fransiskus Sarnen, S.Pd. (30) mengaku senang karena anggotanya mau aktif meng­gereja. “Sejak terbentuk wadah OMK, tidak ada anggota yang mengeluh, malah bersemangat. Mereka aktif menggereja. Apalagi saat dikunjungi OMK Stasi St. Wil­hel­mus-Simpang

Kategori

Kalender

Mei 2022
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kalender Liturgi

Powered by Gema Keuskupan Padang 2022