Di tengah kondisi Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid-19, tiga diakon ditahbiskan menjadi  imam di Gereja Santa Teresia Katedral Padang, Rabu, 15 Juni 2021. Ketiga diakon tertahbis ialah calon imam Keuskupan Padang Diakon Andreas Dedi Dores Salamanang, Diakon Marcelinus Yerisko, SX (Kongregasi SX), dan Diakon Felix Kapitan Goran, SSCC (Kongregasi SSCC).  Sebagai uskup penahbis  Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap. Mendampingi selebran utama Administrator Diosesan Keuskupan Padang P. Alex I. Suwandi,  Pr, Pastor Paroki Katedral P. Matheus  Tateburuk, Pr.,  Provinsial Serikat Xaverian Indonesia P. Suhut Budi Pranoto, SX, dan Kongregasi SSCC, P. Bonifasius, SSCC.

Prosesi tahbisan dengan protokol kesehatan yang ketat ini hanya dihadiri kalangan terbatas.   Sejumlah imam Diosesan Padang,  Xaverian, dan  Hati Kudus Yesus  yang hadir tidak berada di panti imam, tetapi duduk di barisan bangku umat. Perayaan ini tanpa kehadiran umat, selain panitia dan petugas liturgi.  Kehadiran anggota keluarga diakon tertahbis pun jumlahnya terbatas.  Di penghujung perayaan ini, dalam sambutannnya Administrator Diosesan Keuskupan Padang P. Alex I. Suwandi, Pr. menginformasikan tentang tempat tugas pelayanan imam baru ini.  P. Andreas Dedi Dores Salamanang, Pr. berpastoral di Paroki Santo Ignasius Pasirpengaraian, Riau. P. Felix Kapitan Goran, SSCC berpastoral di Paroki Santo Damian Saibi, Kepulauan Mentawai, dan P. Marcelinus Yerisko, SX menjalani perutusan sebagai imam misionaris di Brazilia Utara.

Mgr. Kornelius dalam homilinya menyatakan para diakon yang ditahbiskan menjadi imam adalah  bagian dari keluarga dan Umat Allah. Para  diakon sesudah dengan pertimbangan yang matang meminta untuk ditahbiskan menjadi imam. Dengan menjadi imam mereka ingin mengabdikan dirinya kepada Kristus, yang adalah Guru, Imam, dan Gembala. Mereka mau bersatu dengan uskup dalam imamat dan ditahbiskan menjadi imam Perjanjian Baru, dengan maksud untuk mewartakan Injil, menggembalakan umat, dan merayakan liturgi, terutama Ekaristi hari Minggu. “Dukunglah  mereka dan para imam dalam karya dan pelayanan dengan doa-doa”, katanya.

Kepada para diakon tertahbis, Uskup Agung Medan ini mengingatkan akan martabat imamat yang diterimanya. Para diakon diharapkan senantiasa insyaf bahwa yang dilakukan dan hidupnya sesuai  dengan misteri wafat dan kebangkitan Kristus yang dirayakan. Hendaknya menjaga diri agar jangan dinodai oleh segala macam cela. Dengan liturgi harian, haturkanlah doa pujian syukur dan permohonan, bukan hanya untuk Umat Tuhan (Gereja) melainkan untuk seluruh umat manusia. Tunaikan jabatan Kristus dengan hati gembira dan dengan cinta ikhlas. “Jangan mencari kepentingan sendiri, utamakanlah kepentingan Kristus. Jangan aji mumpung!” tegasnya. (ws)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.