Sembilan puluhan warga Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Petrus-Tuapeijat, Kepulauan Mentawai mengikuti Temu OMK di Pulau Simakakang, Sabtu (3/7) pagi-sore. Sehari kemudian, Minggu (4/7) pagi berlangsung pelantikan pengurus baru periode 2021-2024 oleh pastor paroki setempat, di gereja setempat.

Temu OMK diisi dengan rekoleksi singkat oleh Pastor Paroki St. Petrus-Tuapeijat, P. Samuel Anton Situmorang, O.Carm. dan Sr. Debora Lasmaria Hasugian, FSE. P. Samuel membahas topik “Bangga Sebagai Orang Katolik”. Sr. Lasmaria berbagi pengalamannya hingga akhirnya menjadi seorang suster.

Usai penyampaian materi rekoleksi, P. Samuel memberikan beberapa kuis kerohanian kepada peserta. Pemenang kuis mendapat hadiah Alkitab. Selain itu, banyak lontaran pertanyaan peserta dalam dua sesi rohani tersebut. Kesempatan Temu OMK juga diisi dengan sesi diskusi (sharing), permainan terpimpin di alam terbuka (outbound), dan Misa Kudus.  Berdasarkan informasi yang didapatkan GEMA, puncak Temu OMK berupa penyerahan hadiah kepada para pemenang dari rangkaian lomba yang diselenggarakan sebelumnya. Temu OMK ini merupakan kegiatan perdana kepengurusan baru OMK. Sebelumnya, rangkaian kegiatan yang diselenggarakan kepengurusan baru OMK berupa pertandingan voli (puteri), futsal (putera), dan lomba pendarasan Mazmur.

Dalam rekoleksi tersebut (3/7), warga OMK didorong dapat menjadi warga yang militan, terlibat aktif menggereja, dan bersikap teguh-tidak goyah iman hanya karena silau harta maupun cinta. P. Samuel mengingatkan warga OMK sebagai harapan dan generasi masa depan Gereja.

Tidak lama usai pelantikan resmi, saat dihubungi, Ketua OMK periode 2021-2024, Desentinus Ajik Sadodolu mengungkapkan kepengurusannya berniat meneruskan program periode sebelumnya (2018-2021) yang belum terselesaikan – akibat pandemi Covid-19. “Pengurus inti ingin mengaktifkan kembali aneka kegiatan gereja yang melibatkan warga OMK; misalnya gotong royong di gereja, ikut pelayanan saat kunjungan pastor ke stasi, mengadakan aneka kegiatan rohani, Misa Kudus Bulan setiap Jumat, paduan suara OMK. Selain itu, kami memrogramkan kunjungan umat yang tidak mampu atau mengalami kemalangan,” ungkap Ajik.

Pada kesempatan lain dihubungi, Ketua OMK Paroki St. Petrus-Tuapeijat periode 2018-2021, Markolinus Babai Sirirui mengaku belum maksimal menjalankan tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya. “Pandemi Covid-19 menjadi kendala pada akhir periode saya. Yang pasti, banyak yang perlu dikembangkan tentang iman warga OMK, termasuk ketetapan hati dan pendirian iman warga OMK di masa mendatang. Masih banyak tantangan di waktu mendatang, apalagi maraknya perpindahan agama (mualaf) terutama di pelosok-pelosok Kepulauan Mentawai. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pendidikan disebabkan ketidakmampuan orangtua membiayai sekolah anaknya. Pada umumnya, mereka rela mualaf karena factor tersebut. Masih banyak persoalan lainnya yang patut mendapat perhatian Gereja dan warga OMK,” ucapnya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.