Perkenalan pertama saya dengan Uskup Vitus Rubianto Solichin, SX  saat beliau menjalani masa diakonat. di Paroki St. Maria Auxilium Christianorum-Sikabaluan, Kepulauan Mentawai (1996-1997).  Kami akrab memanggil Diakon Rubi kala itu. Saat itu saya masih SMA.  Kami sering bertemu dalam Tim Komisi Pastoral (Kompas) Paroki yang diketuai Agustinus Sabebegen, bersama tim lain:  Mateus Samalinggai, Lopen, dan Jayan. Kami sering bersama-sama saat kunjungan ke stasi-stasi, apalagi kalau ada kunjungan uskup ke Paroki Sikabaluan.

Pada Februari 1997, tim Kompas ikut bersama dalam kunjungan Uskup Martinus beserta P. Pio Framarin dan P. Ottorino Monachi (alm) ke Stasi Simatalu Limau dan Paipajet Hulu. Pastor Paroki saat itu (P. Pio Framarin) memperkenalkan kepada kami Diakon Rubi. Kesan pertama saya, individu yang pintar dan selalu membawa catatan di mana pun berada. Selain itu, rendah hati (low profile), tenang, suka senyum, tidak mendominasi dalam percakapan, ramah/mudah bergaul dan membaur di tengah umat. Kami di Tim Kompas merasa nyaman dan adem tatkala bersama Diakon Rubi. Boleh dikatakan, selain pastor, Diakon Rubi juga menjadi pembimbing rohani Tim Kompas. Selama nyaris setahun kebersamaan, kami tahu sedikit latar belakangnya sebagai keturunan Tionghoa.

Biasanya, saat kunjungan ke stasi bersama pastor, tim Kompas turut serta dalam aktivitas sermon, pembinaan kaum muda dan pemuka umat (sipugagalai), Doa Rosario bersama, perjumpaan dengan para guru sekolah filial, membahas Kitab Suci. Biasanya, pada perjumpaan tersebut, kami membahas  perkembangan dunia pendidikan di stasi dan pendampingan pastoral. Saya masih mengingat, tatkala masih bersama dengan Diakon Rubi, kami di Tim Kompas belajar Teknik Meditasi Sadhana. Kami diajak lebih mendekatkan diri pada alam sekitar, menikmati ‘kehadiran’ Tuhan lewat alam semesta; serta teknik penyembuhan diri sendiri.

 

Barnabas Sikaraja, S.Pd
Mantan Anggota Tim Komisi Pastoral/Kompas Paroki Sikabaluan.
Kini Aparatur Sipil Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.