Habemus Episcopum nostrum Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX! Beberapa waktu lalu, 3 Juli 2021, saya mendapat kabar bahwa telah terpilih uskup baru Keuskupan Padang. Tepat sepuluh menit sebelum Perayaan Ekaristi dimulai. Perasaan pertama, seakan-akan jiwa raga terkaget dan hati terasa lega. Sebagai seorang calon imam Diosesan Padang, saya merasa bahwa ini suatu rahmat yang besar bagi Gereja. Allah telah mendengarkan doa-doa yang dipanjatkan dan karya Roh Kudus benar-benar melawati umat-Nya.

Penantian hampir dua tahun ini membuahkan hasil! Saya patut bangga dan bersyukur, sebab Mgr. Vitus telah menerima tugas penggembalaan ini dan bersedia atas rahasia Ilahi. Sebagai seorang seminaris, saya menyikapinya dengan Iman, Harapan, dan Kasih. Ketiga sikap ini adalah tindakan kita dalam hidup. Kita beriman kepada Allah karena segala yang telah Ia berikan. Kita berharap memperoleh belaskasihan dan kasih karunia-Nya. Kita pun akan memperoleh itu semua dengan berbuat kasih. Pesan Injil ini sungguh menguatkan saya sekaligus bersyukur atas terpilihnya dan ditahbiskannya Bapa Uskup yang baru.

Saya dan para saudara (Frater) memang sangat mengharapkan hal ini. Saya sangat menghargai itu. Saya tetap mengingat pesan uskup terdahulu kepada saya. Mengenai uskup baru, saya berharap akan banyak perhatian diberikan kepada Gereja Keuskupan Padang, terutama dalam hal panggilan menjadi imam, biarawan-biarawati. Harus diakui, saat ini ‘jawaban’ panggilan Tuhan di Keuskupan Padang boleh dibilang kering. Minim sekali minat kaum muda untuk bergabung bersama dalam karya di Keuskupan Padang.

Saya melihat latar belakang uskup baru seorang Misionaris Xaverian, pastilah beliau lebih mengenal banyak cara, banyak budaya, dan meng-inkulturasikan-nya dalam karya pastoral. Saya berharap Bapa Uskup mampu menjadi gembala yang ‘berbau’ domba serta seorang Pastor Bonus (Gembala yang Baik). Terkait hal ini, saya sangat berharap pada uskup baru: mungkinkah akan ‘dihidupkan’ kembali seminari menengah atau kelas persiapan atas bagi para calon imam? Dengan memiliki seminari menegah di keuskupan sendiri, sangat mungkin daya tarik dan panggilan kaum muda semakin banyak.  “Tuaian banyak, tetapi pekerja sedikit…” Sebagai seorang seminaris, saya pun akan berjuang menjadi putera yang baik bagi keuskupan ini, berusaha menjalani proses dan panggilan dengan baik, sehingga saya dapat mendampingi Kristus yang hadir di tengah-tengah kita.

Dengan adanya uskup baru, saya menaruh harapan semakin banyak umat mendekatkan diri pada Tuhan dan ‘kembali ke pangkuan’ Gereja yang satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik. Juga, harapan terbesar saya agar bahtera Keuskupan Padang terus berlayar menuju jalan yang semakin dalam dan setia kepada Kristus, Sang Gembala Sejati. Kami, seminaris, berharap lancar dalam proses pendidikan menjadi seorang imam kelak. Semoga kami bertahan hingga akhirnya dapat ditahbiskan oleh Bapa Uskup dan berkarya bersama. Kita dipanggil menjadi saksi Kristus, maka selayaknyalah kita mendengarkan segala hal yang dismpaikan Bapa Uskup, sebab Kristus menjaga dan menggembalakan Gereja melalui Para Imam-Nya.

 

Gabriel Evananda Putra Yobel Zalukhu
Seminaris yang akan menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR)
St. Markus Pematangsiantar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *