Ketua Pengurus Yayasan Prayoga Padang, P. Dr. Alexander Irwan Suwandi, Pr menyampaikan penghargaan kepada para alumni dan eks/mantan pelajar SMA Don Bosco Padang, yang tergabung dalam wadah Ikatan Alumni/ex Don Bosco (IADB). Hal tersebut disampaikan usai menyaksikan pelantikan pengurus IADB Pusat Padang masa bakti 2021-2025, Selasa (31/8), di ballroom Hotel Axana Padang.

Alex mengingat sejumlah program dan kegiatan yang telah dilakukan pengurus lama (periode 2012-2016 dan 2016-2020) yang bermanfaat bagi para alumni, guru purna bakti, SMA Don Bosco Padang (berupa bea siswa, perhatian pada tim basket ball sekolah, laboratorium dan auditorium), dan masyarakat luas dalam bentuk bakti sosial donor darah. Setamat sekolah, sambungnya, para alumni/ex diharapkan menjadi pribadi individu yang berguna bagi bangsa dan negara. “Itu berarti, sekolah mendidik seseorang menjadi pribadi/individu yang berkarakter baik dan sukses di tengah masyarakat. Layak dan pantas pula sebagai alumni berterima kasih kepada sekolah, bahkan menyatukan para alumni. Kita terpanggil untuk mengabdi dan membantu sekolah yang telah ‘membesarkan dan mendidik’ alumni/ex. Selaku alumni/ex, kita punya hubungan dengan sekolah,” ungkapnya lagi.

Pelantikan pengurus baru IADB Pusat Padang masa bakti 2021-2025 berbarengan dengan peringatan ulang tahun ke-67 SMA Don Bosco Padang. Musyawarah Besar (Mubes) VII virtual silam memutuskan dan menetapkan Dadang Gozali sebagai Ketua Umum IADB Pusat Padang periode 2021-2025. Dari pantauan di lokasi, terdapat 38 personil kepengurusan selain nama-nama yang tergabung dalam Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pembina. Sebagian besar kepengurusan berasal dari kalangan muda milenial.

Sementara itu, dalam sambutan perdananya usai pelantikan, Dadang Gozali mengharapkan dukungan para alumni/ex SMA Don Bosco Padang. “Terima kasih pada peserta Mubes VII yang telah memilih saya sebagai Ketua Umum. Amanah ini diupayakan terlaksana dengan sebaik-baiknya. Tanpa dukungan dan kerja sama dari para ketua angkatan, ketua chapter maupun alumni yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia dan luar negeri; kepengurusan ini tidak bisa berlangsung maksimal melakukan program kerja dan kegiatan,” ucapnya.

Dadang menyebut beberapa program dan kegiatan yang pernah berlangsung di waktu silam tetap dipertahankan. Ia mencontohkan pembuatan aplikasi IADB dan arisan IADB. “Khusus arisan, menurut saya merupakan suatu kegiatan yang sangat positif, sebab bisa mengumpulkan para alumni berbagai angkatan. Lewat arisan inilah, para alumni/ex saling kenal sehingga terbentuk keakraban, kekompakan, dan silaturahmi! Para alumni pun tidak perlu sungkan menginput kegiatan angkatannya kepada pengurus agar muat dalam aplikasi digital IADB!” tandas Dadang.

Sembari berterima kasih kepada segenap jajarannya, mantan Ketua Umum IADB Pusat Padang dua periode (2012-2016, 2016-2020), Herman Shovaldo menyampaikan ucapan selamat kepada ketua umum baru terpilih beserta jajarannya yang dilantik pada kesempatan ini. Herman menyatakan gembira melihat kepengurusan sekarang yang didominasi alumni kalangan muda dan generasi milenial. “Sebenarnya pada tahun 2020 disiapkan Mubes VII, namun terkendala adanya pandemi Covid-19. Terundur 18 bulan dari rencana. Saya minta Ketua Panitia Mubes VII agar diselenggarakan secara virtual. Disetujui dan tidak menduga besarnya antusiasme para alumni berbagai angkatan ikut serta,” ungkap Herman.

Selama masa baktinya, Herman dan jajarannya telah berhasil membentuk empat chapter (di Pekanbaru, Jakarta, Bandung, dan Medan). “Hubungan dan silaturahmi berlangsung baik selama ini. Saya berharap, hal ini dapat terus dipertahankan, bahkan bila memungkinkan ada penambahan chapter baru, apalagi para alumni/ex di Yogyakarta dan Jambi telah menyatakan keinginan pembentukan chapter setempat,” ungkapnya.

Lancarnya proses regenerasi kepengurusan IADB Pusat Padang 2021-2025 tidak luput dari peran serta panitia penyelenggara Mubes VII. Berbeda dengan waktu sebelumnya, Mubes dalam pandemi Covid-19 berlangsung secara virtual, online, dalam jaringan (daring). Ketua Panitia Penyelenggara Mubes VII, Marcelinus, mengakui adanya kelemahan atau kekurangan penyelenggaraan Mubes VII Online ini. “Namun, ada sisi positifnya. Saya amati, para alumni tiap angkatan lebih bergairah terlibat, bahkan ada yang terpaksa ditolak, karena telah ditentukan sebelumnya maksimal lima utusan tiap angkatan sebagai peserta. Tidak hanya dari dalam negeri, beberapa peserta Mubes VII online berdomisili di luar Indonesia,” ungkapnya.

Dari penyelenggaraan tersebut, Marcelinus berpendapat kemungkinan penyelenggaraan yang sama (Mubes Online) pada waktu mendatang. “Karena bisa lebih banyak mengikutsertakan alumni dari berbagai angkatan dan hemat biaya. Sungguh berbeda dengan model yang biasa sebelumnya. Butuh biaya besar. Beberapa keputusan penting telah dihasilkan dari Mubes VII Online. Selain memilih Ketua Umum periode 2021-2025, juga berhasil ditetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) baru – sebagaimana bisa dilihat dalam aplikasi IADB – serta penetapan program kerja. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *