PEKANBARU –  Melalui Zoom Meeting, Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi  Riau mengadakan “Doa Bersama untuk Indonesia Sehat”. Acara sebagai tindak lanjut dari himbauan Menteri Agama yang diteruskan Dirjen Bimas Katolik kementerian Agama RI  ini diikuti 40 peserta dari berbagai penjuru wilayah Riau.  Empat puluh peserta ini adalah  Pastor Memo Arias, SX (perwakilan para pastor se Riau), Pengawas, Penyuluh PNS dan Non PNS, Guru PNS dan Non PNS Katolik, Pengurus LP3KD Provinsi Riau, Pengurus Pemuda Katolik Komda Riau, Pengurus Wanita Katolik RI DPD Riau, Pengurus PMKRI Cabang Pekanbaru, Pengurus LP3K Kota Pekanbaru, Pengurus PK Komca Kota Pekanbaru, Pengurus Wanita Katolik RI Cabang dan Ranting Kota Pekanbaru, Pengurus Lembaga Agama dan Keagamaan Katolik Kota Pekanbaru.

Doa bersama diawali dengan Doa Rosario bersama, dilanjutkan dengan doa umat dipandu Antonius Suharsono dari Dumai.  Dalam doa umat, perwakilan peserta mendoakan para pasien yang sedang terpapar  maupun yang meninggal Covid-19 baik dari anggota umat Katolik dan masyarakat umum.  Dalam Doa Bersama ini juga ada acara Hening Cipta Indonesia, diakhiri  dengan doa penutup dan berkat oleh Pastor Memo.

Pembimas Katolik Provinsi Riau Alimasa Gea dalam sambutannya menyatakan bahwa tanpa disadari dalam aktivitas seharian kita mungkin menomorduakan doa. Atau berdoa hanya sekedarnya saja dan kurang dihayati secara mendalam. Kalau kita tahu betapa pentingnya doa itu dalam kehidupan, pasti akan menyesalinya. “Oleh sebab itu,  mari bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa seperti yang dipesankan Santo Paulus.  (Roma 12: 12), katanya.

Alimasa menambahkan bahwa doa adalah senjata orang yang beriman, penenang jiwa, dan penumbuh optimisme.  Apalagi  di masa sulit saat ini, kita berharap semoga kejadian luar biasa Covid-19 ini segera berakhir.  Kita yakin, Tuhan akan menyelamatkan setiap manusia dari bencana ini. Semua bencana yang melanda saat ini hendaknya juga menjadi kesempatan  untuk mawas diri bahwa sebagai manusia yang lemah membutuhkan bantuan Tuhan.  Perjuangan total setiap insan dalam melawan wabah belumlah selesai dan belum dapat dipastikan kapan akan selesainya. Dengan doa bersama dan ikhtiar, sambil bekerja dan beribadah dari rumah dapat membantu melawan pandemi.  “Dengan berdoa, kita kuatkan spiritualitas, optimisme, harapan, dan keyakinan bahwa kita dapat menghadapi pandemi ini dan kondisi akan segera kembali normal. Mari terus mendoakan yang terbaik untuk negeri ini. Kita berdoa dari rumah untuk Indonesia,”  katanya. (asterius/komsospku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *