Menurut Ferdinand Fredy Ramli, umat Paroki St. Maria Bunda Yesus-Padang, terpilihnya uskup baru menunjukkan Tuhan itu baik dan sayang pada umatNya. “Tuhan mendengarkan doa umatNya di Keuskupan Padang dan tidak membiarkan umat terus berada dalam situasi tidak bergembala. Saya yakin setiap umat Katolik akan sangat mendambakan perjumpaan dengan uskup baru. Hanya saja patut diperhitungkan situasi sekarang, dalam masa Pandemi Covid-19. Secara khusus, saya berharap Bapa Uskup juga mengarahkan perhatian pada pendampingan Orang Muda Katolik (OMK) yang membutuhkan media dan sarana untuk mengekspresikan diri serta iman – sesuai dengan jiwa muda, media dan sarana penyaluran talenta/bakat/hobi yang dapat menunjukkan identitas sebagai OMK,” ucapnya.

Seorang warga Stasi Santa Maria Diangkat ke Sorga-Kinali, Paroki Keluarga Kudus-Pasaman Barat, Andrianus Budi Setia menyampaikan beberapa pengharapannya. Ia berharap Uskup Vitus melaksanakan tugas pelayanan dengan bahagia, suka cita, tidak membeda-bedakan umat, selalu mengacu pada ketentuan Gereja sehingga dapat menjadi Gereja yang mandiri dan berbuah. Dalam konteks kemasyarakatan, Budi berharap dapat terjalin solidaritas di antara umat lintas agama.

Budi menaruh harapan Uskup Vitus memberikan perhatian, dukungan, dan semangat bagi OMK; agar terbentuk OMK yang mempunyai jiwa patriot dan berjuang untuk Gereja. “OMK dapat menjadi banteng terdepan Gereja, namun OMK pun butuh dukungan moril dan materil. Memang, disadari orang muda rentan dengan dampak perkembangan zaman dan lingkungan sekitar yang kadang membuat lupa jati diri sebagai OMK yang mestinya bertumbuh dalam iman Katolik.

Salah satu tokoh umat Paroki St. Petrus Claver-Bukittinggi, Antonius Didik Trianto berharap dasar-dasar kehidupan Gereja di Keuskupan Padang sebagai Gereja yang mandiri dan berbuah – sebagaimana telah diletakkan almarhum Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFM Cap. – semakin mewujud. “Semoga Uskup Vitus bersama para imam, biarawan-biarawati, dan awam semakin menumbuhkembangkan kemandirian-kemandirian tersebut. Juga, semoga tata kelola yang menyangkut komisi/lembaga/yayasan serta organisasi di bawah naungan Keuskupan Padang dibenahi, selaras dengan pertumbuhan dan perkembangan zaman. Reksa Pastoral atau Arah Dasar Keuskupan perlu segera dirumuskan, sebagai acuan dan indikator karya pastoral Gereja. Saya berkeyakinan dengan membangun dialog dan kerjasama dengan Dewan Keuskupan, Dewan Imam, lembaga hidup bakti, serta para tokoh awam di keuskupan ini, harapan-harapan tersebut bakal,” tandasnya.

Salah satu umat di pelosok Paroki Stella Maris-Betaet, Siberut Barat, Mentawai, Laurensius Sakulok berharap uskup baru dapat segera berkunjung dan memberkati bangunan gereja Stasi St. Petrus-Simalibeg. “Boleh dikatakan, gereja ini sebagai gereja yang pertama kali diberkati tidak lama setelah tahbisan uskup. (Bangunan) Gereja baru oleh uskup baru,” tukasnya.

Salah satu umat Paroki St. Fransiskus Assi, Padang, Yudi Agus Saptoyo mengaku kenal dengan Mgr. Vitus tatkala aktif dalam kegiatan Muda Mudi Katolik (Mudika-kini OMK, Orang Muda Katolik) di gereja paroki. Saat masih daikon dan setelah ditahbiskan sebagai imam, Juli 1997. Dalam penggembalaan umat di Keuskupan Padang, Yudi berharap uskup baru tetap menghidupi semangat dan cita-cita luhur pendiri Serikat Xaverian – St. Guido Maria Conforti, yakni menjadikan dunia dalam satu keluarga dengan misi mewartakan Injil kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus. “Hal ini sesuai fakta di lapangan, umat Katolik Keuskupan Padang adalah sekawanan kecil domba yang hidup dan bergumul di tengah orang yang belum mengenal Kristus, ucapnya.

Sebab itu, dalam segala karya dan pelayanannya, Yudi berharap uskup baru dalam semangat “Kasih Kristus” mampu mendorong (Caritas Christi Urget Nos), mendukung, menyemangati, dan menyertai umat gembalaannya agar lebih berani bersaksi sebagai murid-murid Kristus. Caranya, dengan menyuarakan suara kenabian melalui tingkah laku hidup jujur, berani, tegas menolak ketidakadilan, serta bertanggung jawab atas panggilan hidupnya masing-masing. “Umat Katolik mestinya mampu memberi teladan hidup yang baik, menjadi saudara bagi sesama dan harus lebih berani menjadi berkat bagi sesama melalui keteladanan, kepedulian dan keterlibatannya di tengah-tengah masyarakat tanpa takut dianggap menjilat dan sok jadi pahlawan. Dengan latar belakang uskup baru sebagai ahli Kitab Suci, saya berharap umat Katolik Keuskupan Padang dapat sebagai satu keluarga sekaligus sebagai ‘Kitab Suci yang hidup’ dalam mewartakan Kabar Suka cita Injil terutama kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus,” tandasnya. (dirangkum oleh hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *