Di tengah situasi pandemi Covid-19, para perempuan Stasi Santo Stefanus-Sungaipisang, Paroki St. Maria Bunda Yesus, Padang penuh semangat bersatu membentuk wadah organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia. Telah terbentuk resmi ranting baru ditandai pelantikan pengurus Ranting St. Stefania oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wanita Katolik RI Cabang Santa Maria Bunda Yesus, Padang.

Pembentukan resmi dan pelantikan pengurus Wanita Katolik RI Ranting St. Stefania masa bakti 2021-2024 berlangsung dalam Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan Pastor Rekan Paroki St. Maria Bunda Yesus-Padang, P. Bernard Lie, Pr., Minggu (29/8) siang. Pada kesempatan ini, ikut hadir menyaksikan utusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wanita Katolik RI Provinsi Sumatera Barat, sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), 15 anggota ranting setempat, dan umat stasi.

Dalam sambutannya, utusan DPD WK Republik Indonesia Provinsi Sumbar, Veronika TPW mengatakan, “Wanita Katolik RI adalah organisasi resmi diakui pemerintah, disahkan Menteri Kehakiman, dan telah berusia sembilan puluh tujuh tahun. Organisasi ini sangat matang dan punya andil dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang jelas, serta menyebar di seluruh pelosok Indonesia. Ranting St. Stefania merupakan ranting ke-49 di wilayah kerja DPD Wanita Katolik RI Sumatera Barat. Mari kita bergandengan tangan dalam program-program kerja agar siap melayani dalam keluarga, Gereja, masyarakat. Anggota Wanita Katolik RI adalah 100% Katolik, 100% warga Gereja, dan 100% warga negara Indonesia.”

Sementara itu, dalam sambutannya usai melantik pengurus ranting, Ketua Wanita Katolik RI Cabang St. Maria Bunda Yesus-Padang, Peraten Florentina br. Ginting, S.Ag menyampaikan harapannya. Peraten mengimbau pengurus ranting dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya serta mengajak kaum perempuan lainnya di stasi ini bergabung dalam wadah Wanita Katolik RI. “Pengurus ranting diminta bisa ikut serta dalam berlangsung pertemuan bersama dengan pengurus ranting lainnya di tingkat cabang,” ucapnya.

Dalam acara ramah-tamah usai Perayaan Ekaristi, Pastor Rekan, P. Bernard mengingatkan kembali isi homili yang disampaikan, “Sebagai pengikut Kristus, termasuk anggota dan pengurus ranting, mestilah satu kata dengan perbuatan. Laksanakanlah karya atau perbuatan kasih sebagaimana pesan dan teladan Yesus, yakni cinta kasih terhadap sesama. Cinta pada Tuhan dan sesama!” tandas P. Bernard.

Wanita Katolik RI Ranting St. Stefania ini diketuai Florensi Tumanggor dibantu tujuh rekannya sebagai pengurus. Pada awal pembentukan ranting ini terdapat 15 anggota. Dalam waktu dekat, pengurus ranting memrogram pertemuan bulanan yang diisi renungan, pembacaan AD/ART, dan pemeriksaan kesehatan.  (Vrtpw/hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *