Sejak Uskup Martinus D. Situmorang, OFMCap meninggal dunia, semua umat berdoa mohon uskup baru yang baik dan sesuai dengan teladan Kristus Gembala Utama, sehingga selama lebih satu tahun, sekitar tujuh puluh lima hari Minggu, jutaan kali doa didaraskan. Roh Kudus pasti menuntun Bapa Paus sehingga mengangkat uskup baru yang baik. Secara resmi tanggal 3 Juli 2021, P. Vitus Rubianto Solichin,SX dipilih Bapa Paus menjadi Uskup Padang. Kita patut bersyukur.

Sebelumnya, saya mengetahui P. Vitus sebagai ahli Kitab Suci, dosen di STF Driyarkara, tahbisan Diakon di gereja St. Fransiskus Assisi (1997), menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Siberut Mentawai. Selain itu, P. Vitus menjadi salah satu pendamping Musyawarah Pastoral (Muspas) Keuskupan Padang 2019. Namun, karena Uskup Situmorang meninggal, Muspas 2019. P. Vitus pun batal datang. Terkait dengan Perkumpulan Sosial Katolik dan Pemakaman (PSKP) Santu Yusuf Keuskupan Padang, dalam Statuta, Uskup Padang adalah Pembina Utama Pusat perkumpulan. Dengan terpilihnya uskup baru, posisi yang sempat lowong terisi lagi.

Jabatan Uskup, pada dasarnya bukan jabatan politis. Uskup adalah Gembala Umat, sehingga tidak tepat kalau kita memimpikan seorang uskup itu yang keren, mentereng, dan sebagainya. Justru, kita mengharapkan beliau menjadi Pemimpin Rohani umat Allah di Keuskupan Padang. Sesuai dengan doa yang terucap jutaan kali tersebut, yaitu berupa harapan umat bahwa uskup yang selaras dengan pilihan Tuhan. Dalam berbagai kesempatan dan melalui banyak sarana, umat Katolik se-Keuskupan Padang harus mendukung Uskup Vitus, mendoakan hidupnya, membantu karyanya; sehingga Gereja Allah yang mandiri dan berbuah itu selalu ada dalam keuskupan ini.

Uskup Vitus masih tergolong muda usia, kalau semua sehat dan diberkati Tuhan, akan lebih dua puluh tahun beliau menggembalai Keuskupan Padang sebelum pensiun emeritus pada usia tujuh puluh lima tahun. Berarti karya Tuhan melalui Uskup Vitus akan berlangsung relatif panjang. Dalam surat Nunsius Apostolik, disebutkan bahwa pertimbangan intelegensia yang cukup dalam diri P. Vitus juga menjadi salah satu dasar Bapa Suci memilih dan mengangkat P. Vitus menjadi Uskup.

Dalam menggembalai Keuskupan Padang, beberapa hal patut mendapat perhatian Bapa Uskup: kondisi geografis – meliputi dua provinsi: Sumatera Barat dan Riau, sumber daya manusia/SDM yang masih kurang banyak, pertumbuhan minat menjadi imam (diosesan dan religious) masih rendah, dan sebagainya. Banyak hal yang akan dibenahi uskup baru. Mari kita dukung secara paripurna karya besar ini.

 

Andy Kurniawan
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PSKP Santu Yusuf
Keuskupan Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *