Kesempatan perjumpaan virtual lewat Zoom Meeting 1 Agusus 2021 juga merupakan perkenalan awal peserta (partisipan) dengan Mgr. Vitus Rubi anto Solichin, SX. Saat itu, saya menjadi pemandu (host) bagi lebih seratusan peserta. Saking asyiknya, peserta yang dominan dari Paroki St.Paulus Pekanbaru, ada juga dari luar paroki – sangat antusias, sehingga waktu sekitar tiga jam dijalani tidak terasa. Saat itu, banyak pertanyaan diajukan. Peserta – umat Paroki St. Paulus Pekanbaru berharap uskup baru memimpin Perayaan Ekaristi perdana di Riau di paroki ini.

Saat itu, Mgr. Vitus berpesan kepada peserta agar dapat meng gunakan media online juga untuk menyebarkan Kitab Suci sebagai Kabar Gembira secara kreatif. Sebelum Zoom Meeting 1 Agustus 2021 juga berlangsung kegiatan sejenis dengan jumlah peserta terbatas – dari kalangan Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki St. Paulus Pekanbaru. Wawancara untuk keperluan pemuatan dalam bulletin paroki “Warta Paroki”. Tatkala pengumuman uskup baru Keuskupan Padang, 3 Juli 2021, saya terkejut dan senang sekali men dengar Konfrater Xaverian (P. Vitus Rubianto Solichin, SX) terpilih. Serikat Misionaris Xaverian punya sejarah dan peran besar di Keuskup an Padang. Saya berharap Mgr. Vitus bisa seperti Mgr. Santo Guido Maria Conforti – uskup yang mem bina para projo dan imam misio naris, sehingga kelak, dari Keus kupan Padang banyak menghasilkan imam projo dan misionaris.

Bagi saya perkenalan dengan bapa uskup terpilih ini bukanlah pertama kali, sebelumnya pernah bertemu pada kesempatan seminar tentang Kitab Suci di paroki kami, pada Januari 2018 dan 2019 untuk Dewan Pastoral Paroki (DPP), pengurus kring, dan umat yang tertarik mengikuti Kitab Suci. Peserta seminar 2018, ‘ketagihan’ sehingga meminta lagi.

Pada beberapa kali perjumpaan tersebut, saya menangkap kesan, Mgr. Vitus sosok yang cerdas, mengajarkan dan menjelaskan tentang Kitab Suci sangat mudah dipahami. Selain itu, sosoknya rendah hati dan ramah, berpenam pilan sederhana layaknya Xaverian lainnya – bersandal jepit atau bersepatu sandal, suka berbaju kaos kerah, dan tidak kaku. Memang, sebelumnya, saya hanya tahu namanya saja. Saya kira, masih banyak umat di Riau termasuk di Pekanbaru belum mengenalnya sebelum tahun 2018. (hrd)

 

Maria Magdalena Huiniati
Koordinator Seksi Panggilan DPP St. Paulus Pekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.