Sementara itu, salah satu warga Paroki St. Petrus-Tuapeijat, Mentawai, Xaverius Adi Saogo menyatakan ikut bangga atas terpilihnya uskup baru, Mgr. Vitus, merupakan sosok baik. “Setidaknya saya pernah merasakan semasa Mgr. Vitus masih sebagai frater di Paroki Sikabaluan, sekian tahun silam. Wilayah Mentawai tidak asing lagi. Mampu di Pulau Siberut berarti sudah hebat dan luar biasa.  Secara khusus, saya berharap Bapa Uskup memerhatikan perkembangan umat dan sekolah-sekolah Katolik. Saya prihatin melihat minat masyarakat sudah mulai berkurang untuk melirik sekolah Katolik, padahal dulunya merupakan sekolah yang sangat diminati namun kini sepi, gurunya pun kerap silih berganti atau tidak betah,” ungkapnya.

Salah satu warga Paroki St. Damian-Saibi, Siberut Tengah, Mentawai, Kristinus Andre Satoko mengungkap terjawab kerinduan umat Katolik Keuskupan Padang. Andre mengaku kenal figur uskup ini tatkala dirinya sebagai salah satu peserta didik/murid SMP Yos Sudarso 2 Siberut, Mentawai. Saat itu, Uskup Vitus masih sebagai frater Xaverian. Saat itu, Andre pernah beberapa kali berkirim surat ke Seminari Xaverian di Jakarta. “Saya ingat, figur Frater Vitus adalah sosok sangat baik, rendah hati, dan suka tersenyum. Layaklah beliau sebagai ‘gembala’ kita. Sederhana saja saya berharap Uskup Vitus sesegeranyalah menggembalakan umat Katolik Keuskupan Padang dan melayani sepenuh hati. Semangat penggembalaannya menjadi kehidupan iman kita,” kata Andre.

Salah satu tokoh umat Katolik Paroki Keluarga Kudus, Pasaman Barat, Bartolomeus Kefi mengaku gembira terpilihnya Mgr. Vitus sebagai Uskup Padang. Sebelumnya, sekian bulan sede vacante Keuskupan Padang seolah berlayar tanpa nakhoda – uskup sebagai gembala. “Dengan hadirnya uskup baru, Mgr. Vitus, keuskupan ini kembali berbenah untuk mencapai Gereja yang mandiri dan berbuah. Saya dan umat lainnya berharap Bapa Uskup dapat menjadi pemimpin yang sanggup menggembalakan umatnya, dapat beradaptasi dengan berbagai umat yang sangat beragam/majemuk latar belakangnya,” tukasnya.

Pada kesempatan lain, tokoh umat Paroki St. Fidelis A Sigmarinda-Payakumbuh, Thomas Wiryo Pranoto menyampaikan pesan singkatnya berupa harapan, “Semoga, setelah adanya uskup baru, pelayanan umat dapat semakin lebihbaik, kehidupan menggereja semakin berkembang, dan didapatkan solusi/jalan keluar dari permasalahan yang ada di paroki. Sebagai gambaran, dirasa perlu adanya pelatihan untuk pengembangan tenaga awam di Paroki Payakumbuh, atau dipandang perlu adanya penempatan katekis.”

Lain lagi komentar dari salah satu umat Paroki Katedral St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Padang, Veridiana Somanto. Dinyatakannya, penantian yang cukup lama umat Katolik di keuskupan ini berbuah manis. Terpilihnya Mgr. Vitus dari Serikat Misionaris Xaverian mengingatkannya kembali pada kenangan masa lalu. Pada tahun 1967, sambung Veridiana, almarhum Mgr. Raimondo C. Bergamin yang juga dari Serikat Misionaris Xaverian berkunjung ke Paroki Payakumbuh memberikan Sakramen Krisma. “Saya sangat terkesan atas figur almarhum yang sangat kebapakan. Semoga Uskup Vitus bisa menjadi ‘duplikat’ beliau, merakyat, dekat dengan umat, dan ada waktu blusukan,” harapnya.

Di kesempatan ini, Veridiana menyampaikan prihatin atas minimnya tenaga imam dan jumlah awam yang mampu mandiri di rayon/kring/lingkungan. “Perlu berkesinambungan latihan dan pembinaan para pengurus rayon, sehingga cakap memimpin kegiatan rohani. Semoga dengan latar pengalaman Mgr. Vitus pernah sebagai tenaga pengajar dan dosen, umat terpanggil dan mau mengikuti pembinaan,” ucapnya.

Aktivis perempuan yang menjabat Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Katedral Padang ini berharap uskup baru mampu menjalin hubungan baik dengan Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta diterima di tengah masyarakat Sumatera Barat yang berfalsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sehingga terjaga dan meningkat silaturahmi kerukunan umat beragama di Ranah Minang ini. “Kami, umat gembalaan uskup, akan senantiasa mendengar, mendukung, dan melaksanakan setiap kebijakan serta kegiatan yang diadakan melalui paroki masing-masing. Kami sambut Bapa Uskup dengan suka cita yang besar,” ucap Veridiana.

Awam Katolik lainnya di Paroki Katedral Padang, Lauwwira bersuka cita adanya uskup pengganti yang baru dan berharap “lebih merangkul” dan mengayomi setiap langkah yang baik dari berbagai lapisan umat Katolik di sini. Lauwwira melihat perlunya upaya dan langkah agar tetap ada keberadaan umat Katolik di pemerintahan dan lembaga legislatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *