‘Kado’ Tidak Terduga

Kalau ditanya apa komentar saya? Sulit dikomentari, karena besarnya perhatian dari Takhta Suci lewat Duta Besar Vatikan untuk Indonesia memberikan perhatian pada karya Xaverian di Indonesia. Di waktu silam, ada juga Xaverian yang dipilih sebagai uskup di Keuskupan Padang. Kini, ada uskup dari salah satu putera terbaik bangsa Indonesia yang dipilih dan diangkat sebagai uskup Keuskupan Padang.

Dalam situasi ini, saya dan Konfrater Xaverian lainnya merasa gembira atas pemilihan dan penunjukkan uskup baru ini. Dalam hal ini, kami merasa bahwa karya Xaverian selama ini sangat dihargai. Semoga segala sesuatu yang dimulai dengan itikad yang baik, bisa berkembang dan gemilang demi kemuliaan nama Tuhan. Mungkin ada juga yang menghubung-hubungkan dengan peringatan 70 Tahun Xaverian di Indonesia, khususnya di Keuskupan Padang, sebagai ‘kado’ istimewa, tentu saja kami – Xaverian – tidak memikirkan hal demikian. Sering, rencana Tuhan melampaui rancangan manusia. Di luar dari apa yang kami harapkan, rencanakan, tentukan. Bisa jadi, kalau ada yang menganggapnya sebagai ‘kado yang tak terduga’. Yang pasti, tidak ada unsur kesengajaan. Yang ada hanya penyelenggaraan Illahi.

Sejumlah harapan kepada uskup baru: konsolidasi umat, persiapan umat agar lebih mantap – apalagi dalam evangelisasi pergaulan yang inklusif, perkembangan dialog antarumat beragama, dan tidak melupakan daerah yang masih lemah (pada aspek ekonomi, kemasyarakatan, iman Katolik). Semoga karena cinta kasihnya, kegembalaannya, perhatiannya, semakin terbimbing ke arah yang makin mantap.

 

Pastor Fernando Abis, SX
Konfrater Serikat Misionaris Xaverian

 

SCMM Siap Bekerja Sama!

Proficiat! Kita bersyukur kepada Tuhan atas terpilihnya bapa uskup yang baru di Keuskupan Padang. Kita sudah lama mendamba seorang gembala utama di Keuskupan Padang, sepeninggal almarhum Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFMCap. Kita menunggu, berharap, berdoa mendapatkan uskup baru di keuskupan ini. Juga, kita pantas bersyukur kepada pihak Vatikan, yang melihat secara tepat dan obyektif, karena memilih Mgr. Rubi dari Tarekat SX menjadi uskup. Selamat melayani menjadi gembala yang baik bagi domba-domba yang ada di keuskupan padang.

Saya katakan sebagai pilihan obyektif dan tepat, karena dari aspek kesejarahan, Keuskupan Padang tidak luput dari peran Tarekat SX serta didampingi para suster yang tergabung dalam Kongregasi SCMM. Kongregasi SCMM pertama kali tiba di Ranah Minang pada 12 Juli 1885. SX dan SCMM bersama-sama membangun Kerajaan Allah di Keuskupan Padang; serta kemudian oleh saudara kami – satu pendiri – yakni para frater CMM. Rumah kediaman uskup sekarang adalah rumah frater CMM dulunya.

Sungguh mengesankan, saya melihat seolah-olah dikembalikan lagi seperti pada misi awal, tatkala salah satu Konfrater SX dipilih dan diangkat Bapa Suci sebagai uskup di Keuskupan Padang. Tentu hal ini, menjadi satu hal pemberi harapan kepada kami sebagai Kongregasi SCMM dan juga kepada ‘saudara kami’ nantinya (Frater CMM).

Sebagai Kongregasi SCMM, saya mau menyatakan, kami siap bekerja sama, mendukung landasan pastoral dari uskup baru. Kami siap dengan segala hal untuk bersama-sama membangun Kerajaan Allah di Keuskupan Padang. Saya ingat saudara CMM dapat datang ke sini untuk bersama-sama memperkuat pelayanan umat dan pastoral, khususnya bidang pendidikan. Harapan kepada suster kami: dukung dan doakan Bapa Uskup punya kesehatan yang prima. Dipenuhi Roh Kudus untuk membawa domba ke padang rumput yang hijau, menuju Tuhan. Kepada umat, ajakan saya, marilah kita jaga Bapa Uskup, sebagai orangtua. Kita jagai fisik, spiritual, dan panggilannya agar Bapa Uskup fokus sebagai gembala bagi domba.

 

Sr. Maria Blandina Zagoto, SCMM
Provinsial Suster-Suster Cintakasih Bunda Maria
yang Berbelaskasih(SCMM) Indonesia

 

Misericordia Motus Butuh Dukungan Mewujudkannya

Kami bersuka cita bisa hadir dalam kesempatan tahbisan uskup baru Keuskupan Padang di lokasi ini. Sama dengan suka cita umat Katolik Keuskupan Padang – yang sempat ‘kehilangan’ gembala hampir dua tahun lamanya sepeninggal almarhum Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap. Kini, umat mendapat gembala baru yang jauh lebih muda usianya. Yang kepada beliau (Bapa Uskup Vitus) diberikan pengharapan yang besar tentunya lebih daripada yang sudah dimiliki selama ini.

Sebagai seorang imam, saya juga berharap Bapa Uskup Vitus dapat membawa keuskupan ini ke arah lebih maju lagi – bersama dengan dukungan para imam, suster, biarawan-biarawati, dan umatnya. Secara pribadi, saya menanggapi moto uskup baru, Misericordia Motus, yang dirasakan sangat cocok dengan arah Gereja  masa kini – terarah pada Gereja yang berbelas kasih. Di kalangan para imam dan umat pun diharapkan demikian adanya, karena itulah bentuk kesaksian yang lebih dibutuhkan masa kini dan mendatang. Hal ini sejalan dengan semangat Bapa Suci. Sebagai pribadi dan ‘warga’ Kapusin, kami sangat senang dengan moto Misericordia Motus. Kita berharap moto tersebut sungguh hidup dan dihidupkan di Keuskupan Padang. Kasih menjadi pewartaan yang lebih baik di mana pun.

 

P. Alexander Silaen, OFMCap.
Utusan Persaudaraan Kapusin dari Medan.
Dewan Penasihat Ordo Kapusin

 

Moto Uskup Untuk Semua

Di Keuskupan Padang, kami melayani umat di tiga paroki Provinsi Riau: Perawang, Kota Batak, dan Pangkalan Kerinci. Sebenarnya Provinsial SCJ diundang pada kesempatan istimewa ini, namun berhalangan hadir. Namun, lewat saya disampaikan ucapan proficiat. Semoga bisa berbelas kasih, sesuai dengan moto uskup, Misericordia Motus. Serta cocok dengan spiritualitas kami – SCJ.

Perihal harapan, fakta, di keuskupan ini terdapat banyak imam yang berasal dari berbagai kongregasi/ordo/tarekat serta biarawan-biarawati. Untuk hal itu, kami berharap Bapa Uskup Vitus bisa merangkul dan bekerja sama dengan semua kongregasi/tarekat/ordo yang ada, serta memanfaatkan spiritualitas masing-masing kongregasi untuk membangun Keuskupan Padang. Saya amati moto yang dipilih uskup baru ternyata bisa masuk ke dalam spiritualitas semua kongregasi/ordo/tarekat yang ada; juga untuk para pastor diosesan.

 

P. FX Priyo Widarto, SCJ
Parokus Kota Batak-Riau & Superior Localis
Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus(SCJ) Riau

 

Patut dan Pantas Bersyukur

Sepeninggal almarhum Mgr. Martinus D. Situmorang, 19 November 2021, umat Katolik Keuskupan Padang merindukan kehadiran uskup baru sebagai pengganti beliau – sebagai bapa gembala bagi kawanan domba-umat di keuskupan ini. Akhirnya, doa-doa yang disampaikan dalam berbagai kesempatan terjawab. Bahkan, tidak terduga, terpilih Mgr. Vitus Rubianto Solichin dari Serikat Misionaris Xaverian (SX).

Saya mulai mengenal beliau (uskup baru) tatkala berkesempatan hadir saat kaul kekal beliau di Basilika St. Paulus, Roma (1996). Pada saat itu berlangsung beatifikasi pendiri Serikat Misionaris Xaverian. Tentulah, kita patut, pantas bersyukur, serta bangga atas kehadiran uskup baru ini di Keuskupan Padang. Harapan saya, semoga Uskup Vitus bisa menggembalakan umat yang sangat heterogen ini dengan sebaik-baiknya. Heterogenitas (komposisi) umat maupun profesi pekerjaan.

 

Antonius Suharsono
Perwakilan Umat Paroki Dumai

 

Hadir Dalam Peristiwa Bersejarah

Patutlah kita menyampaikan ucapan puji dan syukur kepada Tuhan, karena Keuskupan Padang mempunyai uskup yang baru. Hampir dua tahun keuskupan ini tidak bergembala, setelah mangkatnya uskup terdahulu, Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap.

Tatkala mendapat kabar mengenai uskup baru di Keuskupan Padang, umat Katolik Payakumbuh sangat bergembira.  Tentu ada harapan agar iman umat di paroki ini dapat semakin berkembang, bertumbuh, giat dinamis atas kehadiran uskup baru ini.  Saya pribadi bersama seorang teman sebagai utusan Paroki Payakumbuh merasa gembira bisa hadir secara langsung pada momen tahbisan uskup baru ini, meski berlangsung di tengah masa Pandemi Covid-19. Kami berdua bersama dengan utusan lainnya ikut dalam peristiwa bersejarah di Keuskupan Padang ini.

 

Thomas Wiryo Pranoto
Tokoh Umat Paroki St. Fidelis A Sigmarinda, Payakumbuh

 

Menantikan Kunjungannya

Saya berharap Bapa Uskup Vitus bisa seperti pendahulunya Mgr. Martinus Dogma Situmorang yang menjadi idola saya, yang dipandang sebagai sosok atau pribadi yang nyaris sempurna. Beberapa harapan saya bagi Bapa Uskup: pembinaan bagi para pastor dan umat dapat lebih ditingkatkan, intens menjalin silaturahmi dan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat (mulai dari Bapa Uskup hingga para pastor paroki di daerah setempat-paroki masing masing). Bapa Uskup memotivasi para pastor di keuskupan ini agar lebih aktif di bidang Hubungan Antaragama dan Kepercayaan/HAAK dan Kerasulan Awam/Kerawam karena kita berada di tengah masyarakat majemuk. Para pastor jangan hanya “nyaman” dalam zonanya.

Baiklah dibuat program peningkatan sumber daya manusia/SDM, baik pada aspek imani dan ekonomi. Bapa Uskup memotivasi, bahkan menegaskan, umat yang bekerja di Yayasan yang dinaungi oleh keuskupan ikut ambil bagian dalam kegiatan pastoral, aktif dalam kegiatan di gereja setempat. Tidak kalah pentingnya, adalah kunjungan penggembalaan yang rutin dan pasti dinanti-nantikan umat. Semoga Bapa Uskup (yang baru) diberi kesehatan, kebijaksanaan, cepat beradaptasi dengan umat-yang beraneka ragam latar belakangnya.

 

Elisabeth Wasis
Umat Paroki St. Maria Ratu Rosario, Baganbatu, Riau

 

Anugerah Untuk Keuskupan Padang

SAYA YAKIN, bukanlah kebetulan Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX terpilih sebagai Uskup Padang. Ini adalah anugerah dan kasih Tuhan bagi umat di Keuskupan Padang. Kami sangat berharap bisa menghadiri Misa Pentahbisan Uskup ini, namun karena situasi pandemi dan demi keselamatan bersama, hanya doa, ucapan bahagia dan selamat yang kami haturkan. Semoga Mgr. Vitus selalu dalam penyertaan Tuhan, kuat, semangat, selalu sehat, panjang umur, bahagia, memiliki kepekaan hati, selalu dimampukan melakukan pelayanan dengan penuh belas kasih dan bermurah hati – seperti Bapa yang adalah Kasih dan Murah hati.

Proficiat Mgr. Vitus Rubianto Solichin SX. Terima kasih karena rela dan mau menerima tugas penggembalaan ini. Selamat mengembalakan kami. Bawalah kami selalu dalam doa dan kasih. Semoga dengan kehadiran Bapa Uskup, kami akan semakin mengalami Kristus yang hadir dalam diri para abdi-Nya yang setia, semakin memiliki iman yang mendalam, kasih yang murni, dan memiliki pengharapan yang tidak sia sia. Semoga para imam/pastor, biarawan dan biarawati, seluruh umat – dari seluruh kategorial: anak-anak, remaja, kepemudaan, kaum ibu dan bapak – bersama seluruh daya dan upaya bersatu hati. Serta, bersinergi tergerak hati untuk bersatu padu membangun Keuskupan Padang ini dalam kepemimpinan Bapa Uskup Mgr. Vitus. Sebagai awam dan seorang pendidik di salah satu sekolah swasta, saya berharap kehadiran Bapa Uskup akan menjangkau dan menaruh perhatian untuk perkembangan dunia pendidikan di keuskupan ini. *

 

Ulian Burju Siadari
Umat Paroki Hati Kudus Yesus, Pangkalan Kerinci, Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *