Sebagai umat Katolik di Kepulauan Mentawai, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas hadirnya seorang gembala yang baru. Apalagi Mgr. Vitus dipandang cukup mengerti dan memahami tentang Mentawai. Dalam satu percakapan yang ditayangkan lewat Channel Komisi Komsos Keuskupan Padang, beliau menyatakan sangat peduli dan care dengan Mentawai. Tentu saja, hal demikian menjadi pertanda yang sangat bagus bagi umat di Mentawai.

Saya punya harapan berfokus pemberdayaan umat Katolik Kepulauan Mentawai, apalagi dari konteks wilayah, umat Katolik banyak di Kepulauan Mentawai. Dalam konteks pemberdayaan umat, memang masih memprihatinkan. Setahu saya, dari aspek sejarah, Gereja Katolik di Keuskupan Padang yang mendirikan sekolah, balai pengobatan/poliklinik. Sekarang, tampak agak mundur.  Maka, bagaimana upaya kita untuk membangkitkan kembali umat Katolik dan masyarakat luas di Kepulauan Mentawai. Sekarang, Kepulauan Mentawai telah menjadi kabupaten membutuhkan tenaga-tenaga terampil dan memiliki hati untuk pembangunan semua bidang.

Untuk hal demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dapat bersinergi dengan Keuskupan Padang demi kesejahteraan bersama, termasuk umat Katolik setempat. Pada tanggal 7 November 2021, kami mengundang Bapa Uskup datang ke Tuapeijat, ibukota kabupaten. Saya memperkenalkan Bapa Uskup kepada segenap jajaran instansi vertikal yang ada di pemerintah kabupaten dan utusan kelompok masyarakat yang ada. Kita dapat membangun kerja sama serentak. Kemarin (6/10), saya bersama Gubernur Sumatera Barat menyambut kedatangan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia (Nunsius) dan Bapa Kardinal di BIM, saya kira sungguh luar biasa sambutan Gubernur Mahyeldi. Ini pertanda kerja sama dan bergandengan tangan semua pihak demi pembangunan daerah ini, Sumatera Barat, termasuk Kepulauan Mentawai.

 

Yudas Sabaggalet, SE, MM
Bupati Kepulauan Mentawai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *