Penghormatan pada Gereja Lokal

Pada Pesta Bunda Maria Rosario dan Bulan Misi di Bulan Oktober, saya bersuka cita karena mengonsekrasikan Uskup Vitus sebagai uskup Keuskupan Padang. Untuk alasan ini, saya merasa sangat terhormat karena dapat memperlihatkan penghargaan dan penghormatan kepada Gereja Lokal ini yang begitu penting untuk wilayah Sumatera bagian tengah.

Dalam cara tertentu, Uskup Vitus ‘pulang ke rumahnya’ pada hari ini (7/10), karena ia telah menempuh langkah pertama dari karya pelayanan di Kepulauan Mentawai, setelah tahbisan Diakon oleh almarhum Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFMCap. Kita bersyukur kepadanya atas segala yang telah dicapai almarhum selama tiga puluh enam tahun pelayanan episkopal di tengah umat (1983-2019, Red.) Kita yakin, dari Sorga, almarhum Uskup Martinus memandang penerusnya sambil tersenyum dan memberkati.

Kepada Uskup Vitus yang terkasih, jadilah bapa yang penuh kasih bagi mereka, pembimbing yang dapat dipercaya, guru yang berakar dalam pengetahuan Sabda Allah dan doktrin Gereja. Jangan pernah biarkan kerja sama Anda dengan para pejabat sipil (menyebabkan) kasih Anda kepada mereka yang menderita serta kesabaran Anda terhadap para pendosa menjadi lemah! Tetaplah selalu bersatu bersama Kristus, Sang Gembala Baik, dan tergerak hati oleh belas kasihan. Serta selalu menolong Kristus untuk menuntun semua umat beriman dan penduduk Keuskupan Padang

Tugas Saya Sudah Selesai

Mulanya, tahbisan episkopal ini direncanakan pada 26 Agustus 2021. Karena masih masa pandemi Covid-19, ditunda dan diselenggarakan pada hari ini. Hari ini pun masih pandemi sehingga pelaksanaan perayaan tahbisan uskup dengan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat dan dihadiri sejumlah orang yang disesuaikan dengan (kapasitas) gereja Katedral. Sekitar 340-an orang, terdiri dari 17 uskup, 80-an imam, 30-an biarawan-biarawati, dan 200-an awam.

Keuskupan Padang berdiri pada 3 Januari 1961, dengan Konstitusi Apostolik Paus Yohanes XXIII. Uskup Pertama Keuskupan Padang adalah Mgr. Raimondo Cesare Bergamin, SX. Uskup Kedua: Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap. – yang wafat pada 19 November 2019 silam. Mgr. Vitus Rubianto Solichin yang ditahbiskan pada hari ini adalah uskup Padang ketiga.  Berdasarkan KHK 430 paragraf 1 yang menyatakan “Tugas Administrator Diosesan berhenti dengan pengambil-alihan keuskupan oleh Uskup baru”. Maka, dengan terlaksananya tahbisan episkopal Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX ini, maka tugas saya sebagai Administrator Diosesan Keuskupan Padang selesai! Saya mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah bekerja sama dan melayani Keuskupan Padang selama sede vacante, sejak 19 November 2019 sampai hari ini.

 

RD. Alexander Irwan Suwandi
Administrator Diosesan Keuskupan Padang

 

Keuskupan Padang punya Kekhasan

Selamat kepada Bapa Uskup Vitus atas tugas perutusan yang diterima dari Paus Fransiskus. Kami hadir untuk mendu­kung Bapa Uskup dalam tugas pelayanan Bapa Uskup di Keuskupan Padang. Selamat juga kepada keluarga dan Serikat Misionaris Xaverian. Saya menyampaikan dua hal. Pertama. Kemarin (6/10), dalam homili Mgr. Antonius (Uskup Bandung) menyatakan bahwa Uskup Vitus memilih moto uskup misericordia motus karena ingin sehati dan seperasaan dengan Bapa Suci, Paus Fransiskus. Pada 10 Oktober 2021, saat Uskup Vitus memasuki resmi Gereja Katedral Padang ini untuk Misa Ponti­fical Perdana, Bapa Paus sedang merencanakan suatu sinode pada tahun 2023. Baru sekali ini dalam sejarah Gereja Katolik, Sinode Para Uskup diawali dengan sinode-sinode lokal di masing-masing keuskup­an. Judulnya pun menarik “Sino­dalitas: Komunio – Partisipasi – Misi”. Sebagai KWI, kami berharap Keuskupan Padang dapat memberikan sumbangan gagasan, yang nanti akan dibawa KWI ke forum para uskup tersebut. Keuskupan Padang adalah keuskupan yang khas, dalam konteks sejarah, pasti akan memberikan ‘kekayaan’ pada Gereja Universal. Harapan kami, Keuskupan Padang sama-sama menyadari watak sinodalitas sebagai jalan ber­sama sama. Kedua, saat kami datang kemarin (5/10), Gubernur Sumatera Barat menyambut di Bandara. Saya terhenyak ketika diajak foto beberapa kali. Setelah berfoto, Gubernur meng­ajak, “Mari kita berfoto de­ngan salam bela negara!” Saya meng­anggap hal demikian sebagai ajakan untuk mencintai tanah air. Saya mengajak kita menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”, karena bertepatan dengan bulan Oktober, Sumpah Pemuda (semua berdiri dan bernyanyi). Kepada Bapa Uskup Vitus, kami berikan tanda penerimaan dan persaudaraan serta kolegialitas dalam KWI. Bapa Uskup kami terima tanpa mendaftar. **

 

Prof. Dr. Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo, Pr.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
Uskup Agung Jakarta

 

Umat Berikan Kembang Rohani

Sebagai salah satu bentuk du­kungan kegembalaan Bapa Uskup, atas nama umat sekeuskupan, panitia menyerahkan “Kembang Rohani”, yakni: Misa Kudus, Doa Bapa Kami, Doa Salam Maria, Kemuliaan, Rosario, Koronka, Doa Pendek, Jalan Salib, Matiraga, Devosi orang kudus. Janganlah dilihat dari jumlahnya, namun lihatlah dari maksud dan tujuannya, yakni umat mendukung dan mendoakan Bapa Uskup. Selamat menjalankan tugas penggem­balaan umat, bimbinglah kami.

Kita dianugerahi suka cita yang besar, sebab Allah Bapa melalui Tuhan Yesus Kristus – Sang Gembala Baik – dan dengan daya Roh Kudus-Nya di dalam Gereja telah memanggil dan memilih Bapa Uskup Vitus Rubianto Solichin, SX. Pantas dan layaklah kita bersyukur dan bersuka cita atas kasih sayang Tuhan yang selalu memperhatikan kebutuhan umat-Nya. Sebab sedari awal, tampak bahwa Bapa Uskup sengaja dibiarkan untuk dibawa Allah dan suatu dorongan hati, walau dalam suka dan duka, menjadi semakin jelas sebagai panggilan misioner sampai saat ini.

Terima kasih kepada Bapa Uskup yang telah menerimanya dan menikmatinya. Kami yakin, di bawah kepemimpinan Bapa Uskup akan mengantar kami (umat dan klerus) untuk sema­kin mengenal, mencintai, dan mewartakan Kristus hingga ke ujung bumi. Semakin dike­tahui Mgr. Vitus adalah anggota/warga Serikat Misionaris Xaverian dan pada saat yang sama, bertepatan dengan 70 tahun kehadirannya di Indonesia, rupanya ‘hadiah’ bagi Serikat Misionaris Xaverian Indonesia adalah terpilih­nya seorang uskup. Kita berterima kasih kepa­da Nunsius dan Kardinal karena dalam waktu relatif singkat beroleh seorang uskup baru, sepeninggal almarhum Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap. Dibandingkan keuskupan lain yang mengalami kekosongan takhta keuskupan (sede vacante) yang cukup lama, Keuskupan Padang hanya berlangsung 1 tahun 11 bulan. Kami tahu betapa sulit dan rumit untuk mendapatkan seorang uskup yang baru. Sejak 12 Juli 2021, sesuai Surat Keputusan/SK Administrator Diosesan Keuskupan Padang, PTU telah melakukan kerja keras dan ikhlas mempersiapkan pelaksanaan tahbisan uskup yang agung ini.

Tentunya dengan dukungan doa dan keterlibatan semua pihak (Gereja maupun Pemerintah Daerah: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau). Sayang sekali, kita terbatas dan dibatasi Pandemi Covid-19, sehingga tidak bisa merayakannya secara leluasa, karena tempat dan kehadiran umat harus dibatasi. Semoga dapat dipahami oleh umat dan para pihak yang ingin hadir secara langsung di tempat/lokasi tahbisan uskup berlangsung.

 

P. Robledo Sanchez JG, SX
Ketua Panitia Tahbisan Uskup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *