Penyakit asam urat atau gout salah satu jenis penyakit yang ditakuti dan menyerang masyarakat. Penyakit ini adalah radang sendi karena penumpukan kristal asam urat. Kondisi ini dapat terjadi pada sendi mana pun, seperti di jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering di jempol khaki.

Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine. Tetapi pada kondisi tertentu, asam urat menum­puk sehingga jumlahnya berlebihan. Kadar asam urat dalam darah yang berlebihan menyebabkan pembentukan kristal di sendi. Kristal ini akan memicu peradangan, sehingga penderita mengalami gejala nyeri dan bengkak pada sendi, biasanya di khaki.

Selain di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kon­disi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan batu ginjal atau saluran kemih. Perlu diketahui, meski disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), tidak semua orang dengan hiperurisemia mengalami penyakit asam urat.

Penyebab dan Pengobatan

Penyakit asam urat disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat pada sendi. Kondisi ini bisa terjadi akibat tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau fungsi ginjal dalam membuang asam urat tidak bekerja dengan baik, sehingga membuat kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi.

Pengobatan penyakit asam urat bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah ter­jadinya komplikasi dengan menurunkan kadar asam uratnya. Untuk meredakan gejala, pasien dapat diberikan obat-obatan, seperti colchicine, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau kortikosteroid. Untuk men­cegah terjadinya komplikasi, pasien dapat diberikan obat-obatan, seperti allopurinol atau probenecid.

Selain dengan obat-obatan, pasien juga disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti: menghindari makanan berkadar purin tinggi, mengurangi konsumsi minuman tinggi gula dan minuman beralkohol, memenuhi asupan protein dengan mengonsumsi susu rendah lemak, dan berolahraga secara rutin untuk mencapai dan menjaga berat badan ideal.

Apabila Anda termasuk orang yang berisiko mengalami asam urat tinggi, ada baiknya menghindari makanan berikut ini: kerang, ikan teri, ikan sarden, kalkun, daging rusa, hati, ginjal sapi, otak, roti manis, alkohol, jeroan, kacang-kacangan, bayam, daun pepaya, jagung, seledri, dan wortel.

Intinya, makanan yang menyebabkan asam urat adalah yang mengandung zat purin. Purin diolah tubuh menjadi asam urat yang berfungsi sebagai antioksidan, neuroprotektif, memberikan pertahanan terhadap tubuh melawan sel tumor, dan lain-lain. Walaupun memiliki manfaat penting kalau kelebihan sangat berbahaya bagi kesehatan. Jenis-jenis makanan alami yang disarankan untuk penderita asam urat, antara lain:

  1. Buah-buahan Mengandung Vitamin C.
    Vitamin C dapat mengikat purin yang berlebih dan menetralisir kapasitas purin di dalam tubuh sehingga lebih normal dan seimbang. Buah-buahan yang disarankan untuk dikonsumsi, antara lain: jambu biji, pepaya, jeruk, semangka, kiwi, dan tomat.
  2. Sayuran Tinggi Serat.
    Brokoli adalah salah satu jenis sayuran yang disarankan untuk dikonsumsi pengidap asam urat. Cara mengonsumsinya bisa sebagai sayuran biasa dengan ditumis, dikukus, atau di jus dengan mencampurkan bersama tomat dan perasan lemon. Sayuran yang mengandung serat sangat efektif untuk menetralisir penumpukan purin dan memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh.
  3. Kopi Hitam.
    Bukan kopi dengan gula! Minuman manis juga bisa menyebabkan asam urat kambuh. Segelas kopi hitam setiap hari dapat menurunkan kadar asam urat, karena dapat memperlancar sistem metabolisme dalam tubuh, baik untuk kesehatan fungsi jantung dan organ tubuh lainnya.
  4. Air Putih.
    Terapi air putih sangat bisa diaplikasikan untuk menurunkan kadar asam urat. Mengonsumsi air putih dapat meningkatkan pembuangan zat beracun di dalam tubuh termasuk purin yang berlebih, termasuk membersihkan ginjal, meningkatkan fungsi hati, dan kinerja metabolisme tubuh. (ist/int)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *