Sebelum aktif di organisasi mas­sa perempuan Katolik Wanita Katolik Republik Indo­nesia (Wanita Katolik RI) Cabang Katedral Padang, aktivitas Annastasia Vonny Gozal (43) bisa dikatakan sebatas rumah – kantor – rumah. Namun sejak ibu dua anak ini dilantik menja­di anggota Wanita Katolik RI, Pada Mei 2016, aktivitas berubah, bahkan bertambah.

Perempuan kelahiran Padang 13 Agustus 1978 ini tampak semakin sibuk. Vonny mengaku, dirinya aktif di ormas ini berkat ‘pencerahan’ dari Ketua Wanita Katolik RI Cabang Katedral, Veridiana Somanto atau Miss Kuan. Selain aktif di ormas perem­puan Katolik ini, pada 31 Agustus 2021 lalu, alumna Program Diploma 3 (D3) Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) Eka Sakti Pa­dang (2000) ini dipercaya seba­gai Sekretaris Umum Ikatan Alumni/ex Don Bosco (IADB) Pusat Padang masa bakti 2021-2025. Tenaga akun­tansi di per­usahaan swas­ta di Padang ini kini sebagai Ketua Wanita Katolik RI Ranting Bunda Teresa, Paroki Katedral Padang. Jabatan ini periode kedua yang akan ber­akhir tahun 2022. Vonny kini me­mim­pin 60 perempuan Katolik di ranting ini.

Pasangan dari Hengky ini mengakui dengan aktif di Wanita Katolik RI wawasan dan pergaulannya bertam­bah. Keha­dirannya di ormas ini juga meng­hapus kesan salah seolah-olah hanya ibu-ibu tua saja anggota Wanita Katolik RI. “Para perem­puan milenial pun bisa berga­bung dan aktif dalam ormas perempuan ini! Saya akui, sebelum mendapatkan pen­cerahan, saya memang enggan ikut kelompok atau berorgani­sasi karena seperti tidak punya waktu,” ucapnya. Vonny mengenang perjumpa­an­nya dengan Miss Kwan yang meng­gugah semangat dan meng­ubah pola pikirnya. Saat itu, Miss Kuan mengajaknya aktif di Ikatan Alum­ni/ex Don Bosco (IADB). Vonny ikut arisan angkatan 1993-1996. Ajakan itu membuka kesadaran baru bagi­nya untuk menjadi individu yang berguna bagi sesama. Vonny meng­akui langkahnya tidak selalu mulus, karena ada suara-suara sumbang terhadapnya. “Saya tidak peduli. Saya yakin langkah ini positif, ber­guna bagi diri sendiri dan sesama. Saya jalani dengan senang dan gembira. Selagi ada kemampuan dan saya bisa, mengapa tidak dilaku­kan?” tandasnya.

 

(alb/hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.