Mulanya, beberapa alumni Pencinta Alam Fransiskus Asissi (PAFA) yang suka bertualang mengontak Pastor Abel Maia untuk dapat bertualang ke Simatalu, Siberut Barat. Saat kami datang di lokasi di sini (2018), kondisi gereja – terbuat dari kayu dalam kondisi reot. Kami trenyuh, nama gerejanya Santo Petrus, kami temukan lapuk sana-sini, padahal pemandangan di sekitarnya bagus dan eksotik. Kondisi ini melatarbelakangi dan pendorong kami untuk merancang langkah selanjutnya. Kami terus berkoordinasi dengan pastor paroki.

Kami membentuk beberapa koordinator. Saya mengapresiasi teman-teman dan donatur yang terpanggil ikut berpartisipasi meski dalam masa pandemic Covid-19. Sungguh luar biasa ‘tangan-tangan Tuhan’ bekerja, walau paroki dan stasi ini termasuk wilayah pelosok yang dikategorikan terpencil. Kami dari PAFA menaruh perhatian pada umat di sini. Hal itu tidak luput dari semangat dan spiritualitas Santo Fransiskus Assisi yang mencintai alam dan lingkungan. Kami memang suka bertualang untuk melihat agungnya ciptaan Tuhan.

Kami belajar banyak dari alam dan manusia yang ditemui. Semoga bangunan gereja yang terbangun ini sungguh berguna, bermanfaat bagi pembangunan, perkembangan, dan pertumbuhan iman umat di stasi ini. (hrd)

 

Fernandus Alfian Gazali
Ketua Komunitas PAFA

(Pencinta Alam Fransiskus Asisi) Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.