Perempuan berusia di atas 25 tahun dan masih lajang kerap mendapatkan pertanyaan mengenai status pernikah­annya. Meski pertanyaan tersebut muncul dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi kebanyakan perempuan, namun sebenarnya menjadi wanita lajang bukanlah sesuatu yang menyeramkan.

Sebagaimana dikutip dari Myfatpocket (2018), terdapat lima manfaat melajang. Satu, Bebas. Perempuan yang punya tipe senang menghabiskan waktu untuk suatu pekerjaan dan hobi, melajang adalah suatu hal yang menyenangkan, karena bisa bebas mengha­bis­kan waktu untuk menekuni hobi dan peker­jaan serta memanjakan diri sendiri. Dua, tidak ada drama. Bila punya pasangan, tentu tidak lepas dari adu argumen. Para lajang tidak perlu lelah memikirkan konflik dengan pasangan dan tidak perlu memikir­kan pendapat orang lain – khususnya pa­sang­an. Tiga, bebas mengatur jadwal, kare­na tidak perlu bangun pagi terburu-buru dan menyiap­kan keperluan pasangan. Perem­puan lajang bebas memilih tidur hingga siang hari di hari libur.

Empat, saat pengambilan keputusan, tidak perlu memikirkan pendapat orang lain, khususnya dari pasangan. Para lajang adalah pengambil keputusan atas hal yang ingin dilakukannya. Lima, bebas berteman-bergaul dengan siapa saja. Komitmen setelah meni­kah akan membuat Anda ber­usaha untuk tidak mengecewakan pasangan. (ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *