GRATITUDE Journal (GJ) adalah catatan pribadi yang memuat hubungan antara diri seseorang dengan dirinya sendiri. GJ bisa dalam bentuk tulisan tangan maupun digital/diketik komputer maupun smartphone – pada bagian memo maupun notes. GJ berisi perasaaan syukur kepada Tuhan.

Sebaiknya, GJ dilakukan setiap hari, khususnya pada malam hari. Di dalam GJ memuat tulisan mengenai karunia Tuhan yang diterima dan dijalani sepanjang hari. Terkadang, seseorang bisa merasa hari-hari yang dilaluinya terasa berat, tidak dilalui dengan mulus, ada cobaan dan halangan/kendala, serta permasalahan yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Dengan GJ, seseorang pun tetap dapat merasa bersyukur kepada Yang Mahakuasa, Sang

Pencipta. Ada perasaan syukur yang dipanjatkan, atas nafas kehidupan yang boleh dihirup dan dinikmati pada hari bersangkutan. Atau bersyukur karena masih bisa makan dan minum, sehat, dan sebagainya. Semua hal tersebut membuat perasaan seseorang menjadi lebih nyaman.

Mungkin ada pihak-pihak yang menganggap GJ menjadi semacam catatan harian (diary) yang bersifat pribadi (privat)-bila bertujuan untuk afirmasi diri atau penguatan diri. Walau demikian, bisa jadi, GJ dapat diterapkan oleh pasangan maupun kelompok kecil yakni keluarga. Ada penyerta yang dicatat oleh anggota keluarga; misalnya saling berbagi syukur pada satu hari, saling berbagi cerita/kisah melalui GJ. Tentu saja hal ini dapat saling menguatkan, meneguhkan. Sangat berfaedah tatkala pasangan atau anggota keluarga mengalami kesulitan hidup. Lewat GJ. kendala kesulitan diolah menjadi perasaan syukur. Misalnya pada suatu hari, tatkala ada janji wawancara kerja namun terlambat sehingga individu bersangkutan merasa sangat kecewa/frustasi. Namun, dengan GJ, yang bersangkutan kembali kepada Tuhan dan berupaya memetik hikmah yang dialaminya pada hari tersebut. Mungkin ada rencana Tuhan untuk dirinya! Penulisan GJ tidak hanya bisa dilakukan oleh mereka yang telah berusia dewasa, matang dan dewasa pengalaman hidup, namun bisa dimulai dari anak kecil setidaknya telah menjalani Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sedari PAUD, kepada anak telah bisa dilakukan penyampaian pesan bahwa setiap hari selalu ada kasih Tuhan untuk manusia. Apalagi bila pada PAUD tersebut ada Sekolah Minggu atau Bina Iman Anak (BIA), sehingga anak mulai mengerti konsep adanya Tuhan, berkat, dan sebagainya. Maka ada sisi/dimensi rohani dan spiritual dalam GJ. Kalau ada aspek spiritual dan rohani berarti ada hubungan diri sendiri dengan Tuhan.

Kalau tahun 2022 baru dijalani pembukaannya, maka dapat menjadi momentum untuk mulai menulis GJ setiap malam, sebelum tidur. Bisa jadi, mulanya, memang masih sulit memulainya. Namun, dapat juga dilatih untuk menuliskan mengenai “apa saja yang bisa disyukuri” pada hari ini? (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.