Hari Minggu Biasa IV (30 Januari 2022)
Yer 1:4-4, 17-19; Mzm. 71:1-2,3-4a, 5-6ac, 15ab, 17; 1
Kor 12:31 13:15 (1 Kor 13:4-13), Luk 4:21-30

 

BACAAN YANG kita dengarkan hari ini mengajak untuk menyadari kasih karunia Allah yang dilimpahkan kepada semua umat manusia tanpa terkecuali. Ditegaskan, karena kemurahan-Nya Allah menghendaki setiap manusia dapat ditebus dan diselamatkan. Bagi orang Katolik, rencana keselamatan Allah Bapa itu mulai terwujud di dalam hidup, pengajaran, dan karya Yesus Kristus. Melalui Roh Kuduslah dengan setia terus berjuang melaksanakan kehendak-Nya untuk membebaskan dan menyelamatkan hidup manusia.

Allah menghendaki setiap manusia diselamatkan, seluruh umat dipanggil untuk menanggapainya, mengambil bagian di dalam mewujudkan rencana keselamatan Allah tersebut di dalam hidup dan pelayanannya. Sebagai persatuan dari jemaat yang beriman kepada-Nya yang berkembang karena menimba kekuatan dari pada-Nya, Gereja dipilih Allah untuk turut serta di dalam menyebarluaskan karya. keselamatannya kepada semua orang. Mengambil bagian di dalam karya keselamatan Allah merupakan jalan bagi kita untuk mewujudkan dan menghayati diri sebagai warga jemaat yang beriman pada Nya dan berharap sepenuhnya kepada penyelenggaraan Tuhan. Seperti pengalaman nabi Yeremia, kita pun diundang makin menyadari bahwa perutusan akan pewartakan rencana keselamatan Allah bersumber pada rahmat Allah sendiri. Rahmat Allah tak lain adalah daya Ilahi yang dilimpahkan untuk mene guhkan, menyemangati, dan menyertai mereka yang dipanggil dan diutus-Nya. Kesetiaan Allah yang penuh kebaikan dan kemurahan menjadi sumber kekuatan hidup bersama apabila berhadapan dengan tantangan dan kesulitan di dalam mewartakan karya keselamatan Allah. Untuk itu seperti pengalaman nabi Yeremia kita diharapkan tidak takut, melainkan tetap berjuang, bertahan di dalam iman dan setia menjalankan tugas panggilan-Nya. Salah satu tuntutan menjadi pewarta adalah kesetiaan dalam penderitaan termasuk disalahpahami dan ditolak.

Yesus juga mengalami ditolak olch orang-orang di sekitar-Nya. Bacaan Injil hari ini mengisahkan orang-orang Nazareth yang menolak karya pewartaan Yesus. Disebutkan alasannya, kecuali orang-orang Nazareth itu mengetahui latar belakang keluarga Yesus, mereka merasa tersinggung dan marah karena Yesus membuka lebar-lebar kedegilan hati mereka. Karena penolakan orang-orang Nazareth itu, membuat Yesus mewartakan kebaikan dan kasih karunia Allah kepada semua bangsa manusia. Yesus menyatakan bahwa cinta kasih Allah dialamatkan untuk setiap manusia. Keselamatan tidak terbatas pada salah satu kelompok atau suku bangsa tertentu. Dari kisah nabi Elia kepada seorang janda di Sarfat dan kisah penyembuhan penyakit kusta Naaman orang Siria, tidak ada kesan bahwa cinta kasih Allah itu diwartakan kepada mereka karena bangsa Yahudi telah tidak bersedia menanggapi Nya. Sebaliknya, melalui kisah tersebut hendak ditegaskan bahwa keselamatan Allah ditujukan pada semua orang baik kepada orang Yahudi maupun bukan Yahudi. Perlu ditegaskan, bahwa Allah sendiri yang menghendaki supaya semua manusia diselamatkan. Semua bangsa baik Yahudi maupun bukan Yahudi memiliki hak yang sama akan terpenuhinya rencana karya keselamatan Allah.

Dengan itu dapat pula dinyatakan bahwa keselamatan merupakan karya Allah bagi semua bangsa. Bagi jemaat Katolik keselamatan Allah itu menjadi nyata di dalam kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Percaya kepada Yesus dan menanggapi pewartaan-Nya merupakan jalan terpenuhinya karya keselamatan Allah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.