Perayaan Ekaristi di gereja Paroki St. Petrus Tuapeijat, Kepulauan Mentawai (7/11) saat kunjungan perdana Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin (7/11) bertambah semarak dengan keterlibatan 30 anggota koor (utusan Wanita Katolik RI Cabang Tuapeijat dan warga kring) yang dikomandani Advenrinus Samaloisa, S.Pd.

Bagi Adven-pangggilan pria kelahiran Mato- be’, Sikakap, 9 Desember 1971 ini menjadi ang- gota koor bukan hal baru. Saat tinggal di asrama St. Yusuf Padangbaru, suami Suhariani (47) ini sudah aktif di koor. Begitupun saat di Pekanbaru, kuliah di Universitas Islam Riau (UIR), ayah sepasang anak ini aktif menggereja di Paroki St. Maria A Fatima Pekanbaru. Koor baginya kesenangan tersendiri! Selain menyemarakkan ibadat, koor menambah keakraban sesama anggota. Nuansa dan suasana itulah yang harus dipertahankannya. Keberadaan Adven dalam kelompok koor sudah berbeda antara dulu dengan kini. Dulu penyanyi biasa, tinggal mengikuti aba-aba dan arahan pelatih koor atau dirigen. Kini, guru SMA Negeri 2 Sipora (2005 2016) ini sebagai pelatih sekaligus dirigen sehingga banyak hal yang harus dipelajarinya. Sebagai dirigen, Adven menerapkan kiat sabar dan tenang, jalin komunikasi baik, dan mengarahkan anggota agar fokus. Sebagai pelatih, Adven merasa perlu mengetahui latar belakang setiap anggota koor.

Sebagai dirigen koor, alumni Program Studi (Prodi) Bahasa Indonesia UIR Pekanbaru (2003) ini mengaku banyak suka duka. Mantan Seksi Liturgi dan Seksi Katekese DPP St. Petrus Tuapeijat ini gembira berkecimpung di kelompok koor karena dapat berkumpul, mendapat kenalan, dan mengenal banyak lagu baru. Namun, mantan Ketua Kring St. Monica ini sedih bila waktu latihan sering molor karena anggota terlambat datang, apalagi kalau tidak serius latihan. Kini Adven kerap dan dengan hati mendampingi koor (kring dan paroki). (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.