Sylvester Tio Prambudi (21) sempat menikmati satu semester di Kelas Persiapan Atas (KPA) Seminari Mertoyu dan Magelang, namun tidak lolos seleksi masuk STF Driyarkara, Jakarta. Waktu itu, Tio hendak mencalonkan diri menjadi anggota Serikat Jesuit (SJ). Tahun 2018, Tio menjalani tes lebih awal. Karena persiapannya belum cukup. pemuda kelahiran Padang 11 November 2000 ini ‘gugur’. Nilai tes tidak mencukupi. Dari peng alaman tersebut, sulung dari 2 bersaudara pasangan Florentinus Tri Budi Handoyo dan Theresia Mariyanti ini belum merasa yakin dengan panggilan sebagai imam. Daripada “muntaber” (mundur tanpa berita), Tio pilih mundur teratur. Kini, Tio fokus pada kuliahnya, termasuk kemungkinan sampai pada pascasarjana (S2) di bidang psikologi. “Meski gagal menjadi pastor, sebagai awam saya tetap berkarya di Gereja,” ungkapnya.

Di parokinya, Keluarga Kudus Pasaman Barat, Tio salah satu pegiat musik Gereja. Kegiatan ini sudah dijalaninya sejak SD hingga SMA di Padang. Tio belajar musik, utamanya musik liturgi secara autodidak. Tio belajar teori musik dan liturgi Gereja lewat literatur yang ada dan praktik langsung sebagai organis di gereja dan paduan suara sejak berusia sembilan tahun. Karena masa pandemi, aktivitas kuliah secara daring (on line) memungkinkan mahasiswa semester V Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro-Semarang ini banyak berkecimpung dalam kegiatan musik dan paduan suara di parokinya. Tio siap membantu anak-anak, remaja, dan Orang Muda Katolik (OMK) atau siapa pun yang berminat belajar. Saat Bapa Uskup Mgr. Vitus kunjungan pastoral di parokinya akhir November lalu, Tio mendampingi anak-anak SD Keluarga Kudus (KK) Pasaman Barat belajar angklung untuk mengiringi perayaan Ekaristi. Tenaga sukarela seksi liturgi paroki ini menyadari pelayanan di dalam Gereja dapat dilakukan siapa pun, dalam status apa pun, tidak harus menjadi pastor (imam). Di sela-sela waktunya, anggota Perkumpulan Mahasiswa Mahakarya ini suka mengaransemen lagu-lagu Gereja dan etnik. Selain hobi di bidang musik, Tio mengaku hobi memasak dan berwisata kuliner. Sewaktu SMP (2015), Tio mencatatkan prestasi Juara III Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bidang cipta lagu Provinsi Sumatera Barat. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.