PADANG – Setelah sukses menyelenggarakan rangkaian Perayaan Tahbisan Uskup, kepanitiaan pun dibubarkan, Senin (20/12). Pekerjaan terakhir panitia adalah mencetak dan mendistribusikan  Buku Kenangan Tahbisan Uskup. 

“Akhirnya, Panitia bisa menuntaskan semua pekerjaan berkaitan persiapan dan pelaksanaan tahbisan uskup! Dengan perasaan syukur kepada Tuhan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak, terkhusus Panitia Tahbisan Uskup Padang, saya tutup dan membubarkan kepanitiaan pada malam hari ini,” kata Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX saat pembubaran kepanitiaan tersebut. 

Pada kesempatan ini Uskup Vitus menyampaikan rasa terima kasihnya atas semua hal yang telah dilakukan panitia.  “Suatu pengalaman pertama bagi kita dan menjadi pelajaran yang berarti bagi Gereja Keuskupan Padang ini. Saya juga sampaikan atas nama Dubes Vatikan – yang menghubungi setelah upacara berlangsung menyatakan puas dengan semua rangkaian telah dijalani.”  lanjutnya. 

Pada awal kegiatan ini, Sekre­taris Panitia Tahbisan Uskup, P. Stanislaus Toto Pujiwahyulistianto, Pr membacakan laporan pertang­gungjawaban secara tertulis. Dalam laporan tersebut disampaikan ‘sejarah’ terbentuknya kepanitiaan, jabaran tugas anggota panitia, penyelenggaraan kegiatan yang direncanakan, serta laporan keuangan panitia. Tiga agenda besar yang ditangani panitia, berupa perayaan Vesper Agung (6/10), Tahbisan Uskup (7/10), dan Misa Perdana Pontifical (10/10). 

Sementara itu, Ketua Panitia, P. Robledo Sanchez, SX mengaku menjadi ketua kepanitiaan adalah hal pertama yang dilakukannya karena belum ada pengalaman sebelumnya. “Ini suatu pengalaman yang luar biasa!  Saya sempat mencari segala alasan untuk menolak posisi sebagai ketua panitia. Namun, akhirnya saya tidak kuasa menolaknya. Saya terima dan syukuri karena ada pengalaman yang luar biasa,” ucapnya.  Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Padang ini menambahkan dalam kepanitiaan ini dirinya mengalami dan menyaksikan sendiri kerelaan dari semua anggota panitia dan tim pendukung untuk melaksanakan tugas secara bertanggung jawab. Kehadiran dalam beberapa kali rapat atau pertemuan serta acara yang direncanakan membuktikan hal demikian. Selalu ada dan mayoritas. Ini menjadi pertanda, semua anggota panitia berusaha memberikan yang terbaik.

Pastor Robledo juga berbagi kisah terutama saat salah satu anggota panitianya (Jimmy Yaputra) dipanggil Tuhan. “Bagi saya, menjadi satu goncangan besar. Dengan almarhum, saya melihat semuanya ‘aman’ dan berlangsung. Dengan kepergiannya, saya merasa panitia bakal kewalahan. Namun, tanggapan anggota panitia lainnya sungguh luar biasa. Peristiwa duka tersebut malah membuat anggota panitia lebih bersemangat. Saya saksikan keberhasilan penyelenggaraan semua rangkaian dalam peristiwa pentahbisan Uskup Padang,” tuturnya. 

Keberhasilan penyelenggaraan rangkaian upacara tahbisan uskup ini juga dipandang sebagai upaya maksimal semua pihak, termasuk Panitia Tahbisan Uskup Padang, untuk memberikan yang terbaik. “Bukan untuk mencari nama atau popularitas, penampilan atau sekadar meninggalkan kesan yang baik. Hal ini merupakan suatu bentuk pernyataan penghargaan dan cinta kasih terhadap Gereja. Suatu hal paling berharga dan menambah semangat bagi saya sebagai seorang imam, karena ada dedikasi dan dukungan umat. Semuanya terlibat, dari koordinator hingga pelaksana di lapangan. Semua menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Hal ini pertanda, betapa umat mencintai Gerejanya yang terarah kepada uskup baru Keuskupan Padang yang telah lama dinantikan sebelumnya. Hal yang patut kita syukuri bersama para uskup bersama Nuncius. Banyak penilaian positif atas momen tahbisan uskup silam,” ungkapnya mengakhiri. 

Mantan Administrator Diosesan Keuskupan Padang, P. Alexander I. Suwandi, Pr mengungkapkan keyakinan pada anggota atau perso­nil kepanitiaan ini. “Pastilah orang-orang terpilih dan telah saya kenal. Pilihan tersebut tidak salah. Kita bersama, bahu-membahu menger­ja­kan semua rencana. Sempat muncul ketakutan, misalnya masih berlangsungnya Pandemi Covid-19 dan kekurangan dana. Namun, kita percaya semuanya bakal terlaksana dengan baik. Suatu kesempatan luar biasa. Terima kasih kepada semua pihak, terdaftar maupun tidak sebagai anggota panitia, pihak-pihak yang mendoakan, mendukung dengan dana dan tenaga. Kita bersama-sama mem­berikan yang terbaik untuk Gereja,” ucap P. Alex lagi. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.