PADANG – Menjelang akhir tahun, Bapa Uskup Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX mengun­jungi Komisi Komunikasi Sosial (Komsos)  Keuskupan Padang, Rabu (22/12). Sejak kedatangan­nya ke Padang, diangkat dan ditahbiskan sebagai uskup, Mgr. Vitus telah berulang kali ke Komisi Komsos. Namun kedatangan kali ini adalah kunjungan “resmi”. 

Pada kesempatan ini, setiap unit kerja di Komisi  Komsos  menyampaikan secara singkat karya pelayanan yang dilakukan secara bergilir dari unit Tabloid GEMA, MEKAR, Radio Boos FM 104,2, dan Audio Visual Et Tera. Setelah dilanjutkan dialog. Pada sesi, selain mendalami karya pelayanan, juga muncul aneka persoalan terkait pela­yanan dan hubungan dengan para pastor di paroki. Sebagian karya­wan “curhat” di depan Bapa Uskup. 

Salah satu hal yang menge­muka adalah ke­ber­langsungan karya di bidang komunikasi sosial (komsos) di tengah  pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.  Ketua Komisi Komsos P. Bernard Lie, Pr. menyatakan optimismenya  akan keber­langsungan karya komisi yang dipim­pinnya. 

Menurut Imam Diosesan Padang ini unit-unit karya Komisi Komsos adalah bentuk pelayanan kepada umat yang tidak berorientasi mendapatkan keuntungan. Meskipun demikian, dari karya yang dihasilkan tidak menutup kemungkinan bisa membiayai biaya operasional. Contohnya, saat kondisi normal (sebelum pandemi) Majalah MEKAR dan GEMA dari penjualan (pemba­yaran pelanggan) bisa menutup biaya cetak dan distribusi. 

Terkait upaya mengantisipasi dan menyesuaikan dengan kondisi, Komisi Komsos ber­usaha berinovasi,  antara lain Majalah MEKAR yang dulunya dicetak, kini tampil online. Tabloid GEMA terbit dalam dua versi: cetak dan online. Radio Boos FM FM 104,2 mesti berjuang lebih kuat untuk men­da­patkan iklan sehingga bisa meringankan beban subsidi biaya dari keuskupan. Bidang audio visual  Et Tera. tampak lebih men­jan­jikan namun mem­butuh­kan biaya besar, karena alat-alat yang digunakan pun harganya mahal.

Sebagai media pelayanan umat, seperti juga  komisi atau lembaga keuskupan lainnya, Komisi Komsos membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan para pastor yang langsung berhu­bungan dengan umat sampai ke stasi-stasi. Namun sayang, para pastor karena berbagai alasan belum sepenuhnya memberikan dukungan, apalagi dukungan. Bahkan ada pastor yang dengan latah menya­takan, “Kami di sini (paroki) tidak mem­butuhkan Komsos….” Ironis­nya, ungkapan senada juga dituju­kan kepada komisi/lembaga lain di keuskupan.   

Menanggapi aneka “curhat” ini, Bapa Uskup menyatakan sangat memaklumi dan mema­hami pergulatan yang diha­dapi segenap crew Komisi Komsos. Terkait  kesejahteraan dan ekonomi rumah tangga, Mgr. Vitus menegaskan kesejateraan merupakan hal penting dan patut mendapatkan perhatian serius. “Saya menghargai karya pelayanan dan pewartaan yang telah dilakukan oleh keluarga besar Komisi Komsos Keuskupan selama ini.  Saya juga dapat memahami situasi yang dihadapi komisi ini terkait adanya  wacana untuk mendapat keuntungan dari karya yang dilakukan.” katanya. 

Terkait dengan visi dan misi komisi ini dalam konteks pewartaan dan pelayanan pastoral kepada khalayak, menurut Bapa Uskup hal tersebut menjadi tanggung jawab keuskupan.  Selain itu, Bapa Uskup memandang perlu adanya pertemuan atau duduk bersama di antara pimpinan, staf, dan karyawan lembaga/komisi keuskupan agar lebih terjalin saling pengertian dan kerja sama.

 Menanggapi hal ini, Windi Subanto menyatakan hal itu menjadi kerinduan sejak lama. Selama ini terkesan bahkan fakta, di antara komisi keuskupan berjalan sendiri. Kalau ada kerja sama belumlah maksimal. “Saya berharap rencana ini segera diagendakan dan dilaksanakan”, katanya.  Di bagian akhir kunjungan atau visitasi ini, Ketua Komisi Komsos Keuskupan Padang menyerahkan simbolik kalender tahun 2022 kepada Bapa Uskup sebagai kenangan. Kalender yang sama dibagikan secara gratis kepada setiap pelanggan Tabloid GEMA bersamaan dengan pembagian edisi Januari 2022. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.