Iba dan prihatin atas kondisi iman Orang Muda Katolik (OMK) di stasi yang kurang terperhatikan, Leo Paus (41) tidak bisa tinggal diam. “OMK itu tumpuan pertumbuhan, kemajuan, perkembangan Gereja masa kini dan mendatang, maka mesti mendapatkan dan pembinaan” katanya. 

Pria kelahiran Saibi Samukop 10 Agustus 1980 ini adalah pendamping OMK Stasi Kristus Rimata, Paroki St. Damian, Saibi, Siberut Tengah, Kepulauan Mentawai sejak tahun 2014. Leo, panggilannya, menjelaskan jumlah OMK di stasi yang dibina 30-an orang, termasuk pelajar SMP. 

Bentuk pembinaan OMK yang dilakukannya mengadakan berbagai kegiatan rohani dan diikutsertakan sebagai petugas liturgi, latihan vokal. OMK diajaknya  mengunjungi umat yang sakit. Kalau mereka membawa buah tangan hasil swadaya mereka sendiri.  “Selain itu, sejak 2015, saya menggerakkan OMK tiga bulan sekali bergotong royong di gereja bersama umat dari stasi lain di lingkungan Paroki St. Damian,”  kata guru SD Negeri 03 Saibi Samukop ini. 

Suami Nora Satriani Saguruk (31) ini mengaku mengalami pasang surut semangat dalam mendampingi  OMK. Ayah dua anak ini merasa gembira dan semakin bersemangat tatkala OMK berkumpul.  Dirinya merasa kurang bersemangat, kalau OMK tampak ogah-ogahan berkumpul. “Di sinilah pentingnya untuk saling menyemangati,” katanya.  (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.