ROMO KEBET asyik membaca-baca buku lama yang diambilnya dari lemari perpusatakaan mini pastoran. Romo Kebet menemukan kisah berikut…..

Alkisah, ketika maestro seni lukis Leonardo Da Vinci melukis Perjamuan Malam Terakhir, tidak kesulitan menemukan orang yang dijadikannya model untuk melukis wajah Yesus. Da Vinci juga tidak merasa kesulitan menggambar wajah sebelas rasul lainnya.
Akan tetapi, Da Vinci sangat kesulitan ketika harus melukis­kan wajah Yudas Iskariot. Ia bingung dan pusing karena tidak menemukan seorang pun yang untuk dijadikan model seperti Yudas Iskariot.

Cukup lama Da Vinci berikhtiar…. Ia ke pasar, tempat preman berkumpul. Ia ke pelabuhan dengan harapan menemukan sosok pria yang sesuai Yudas Iskariot. Da Vinci hampir putus asa.
Entah bisikan apa yang menggerakkan. Akhirnya Da Vinci melangkahkan kakinya ke gedung pengadilan kota. Atas izin petugas, Da Vinci diperkenankan menonton jalannya sidang pengadilan.

Da Vinci mengamati semua yang hadir di ruang meja hijau itu. Tatapan matanya tertuju pada sosok terdakwa yang sedang menjalani pemeriksaan di ruangan pengadilan. “Wajah orang ini kayaknya layak jadi model untuk melukis Yudas Iskariot. Tetapi bagaimana caranya membawa orang ini,” katanya sendirian.

Da Vinci pun memberanikan diri meminta izin kepada hakim untuk “meminjam” pesakitan tersebut. Hakim mengizinkan Da Vinci membawa orang itu, namun dengan pengawalan ketat. Da Vinci senang sekali.
Ketika sedang melukis, tiba-tiba orang itu menangis. Da Vinci bertanya: “Mengapa Anda menangis?”

Orang itu menjawab: “Apakah Tuan sudah lupa? Dulu, Tuan menggunakan saya sebagai model untuk Yesus. Kini Tuan melukis saya sebagai model untuk Yudas Iskariat.”
Da Vinci terkejut sekali. Ternyata orang yang sama itu telah digunakannya untuk menjadi model bagi Yesus dan Yudas Iskariot.

Romo Kebet menutup buku lama itu. Sejenak kemudian, buku itu dikembalikannya ke tempatnya semula. Romo Kebet terdiam beberapa saat.
“Yaah….begitulah manusia! Bisa berubah-ubah! Dari baik jadi jahat, dari jahat jadi baik. Dari seperti Tuhan Yesus, tiba-tiba jadi Yudas Iskariot,” kata Romo Kebet dalam hati sambil beranjak menuju ruang makan. (ws)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.