Menjadi pendamping kelom­pok Bina Iman Anak (BIA) di Stasi Santo Ambrosius Ta­bing Paroki Santo Fransiskus Assisi Padangbaru bagi Fitri Widya MR Hulu (24), bukan banyak memberi tetapi justru banyak menerima. Mengaku nol pengalaman menjadi kaya pengalaman. “Sebagai pen­dam­ping justru banyak hal saya dapatkan. Selain belajar mengenali diri sendiri, bisa memahami anak-anak, belajar pemimpin kegiatan, mem­bawakan gerak dalam lagu, dan menceritakan isi bacaan Kitab Suci.” katanya.

Di stasinya, selain sebagai pendamping BIA, anak kedua dari 4 bersaudara ini aktif di OMK dan sebagai koordinator Seksi Liturgi. Widya – panggilan akrabnya mengenang, saat dirinya kelas XI SMA bertemu Novi Siregar – koordinator kelompok BIA. Widya tertarik menjadi pendamping BIA dan membayangkan mengasyikkan. Berawal dari sinilah, Widya terus bertumbuh dalam pela­yanan di Gereja.

Sebagai orang muda yang sedang bertumbuh, potensi dirinya terus diberikan untuk pelayanan Gereja dan sesama. Saat kuliah semester II, ia tidak lagi sebagai pendamping BIA, karena fokus sebagai anggota Seksi Liturgi dan sebagai sekre­taris OMK. Berkecimpung di bidang liturgi, sebagai dirigen dan pemazmur memberinya pengalaman baru. Widya salut dengan tim seksi liturgi yang umumnya orang-orang muda lebih muda darinya. Mereka yang mau membuka diri untuk pelayanan dengan menjadi anggota seksi liturgi dan kelompok koor. Widya menyadari mereka masih muda dan minim pengalaman namun spiritnya pantas apre­siasi. Realitas ini katanya sedikit bertentangan dengan saran seorang pastor yang menyatakan kalau bisa seksi liturgi orang yang senior atau tua sehingga interaksi dengan pastor lebih mudah.

Bagi Widya lebih mudah berinteraksi dengan teman sebaya dibandingkan dengan umat yang lebih senior. Kepada teman-temannya, Widya selalu memberikan motivasi. Ia terkesan saat bertugas koor saat Natal 2021. “Meskipun hasilnya kurang memuaskan, namun aura semangat perjuangan sangat kuat. Tidak perlu menuntut kesempurnaan dalam bertugas. Saat seseorang mau, dia telah memberikan hatinya, pasti mau belajar. Kalau sudah menggunakan hati maka akan memberikan yang terbaik dengan segala kekuatan dan usaha maksimal,” katanya. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.