Hari Raya Paskah – Kebangkitan Tuhan (17 April 2022)
Kis. 10:34a, 37 – 43; Mzm. 118:1-2, 16ab-17, 22-213;
Kol. 3:1-4 atau 1Kor. 5:6b-8;
Yoh 20:1-9

HARI INI kita merayakan Paska, hari kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus tidak berarti bahwa Kristus hidup kembali. Kebangkitan Kristus tidak seperti Lazarus atau pemuda dari Naim ataupun anak Yairus. Mereka semua dikembalikan kepada kehidupan yang fana ini dan beberapa waktu kemudian akan mati lagi. Tidak demikian halnya dengan Yesus.

Dengan kebangkitan-Nya Ia masuk ke dalam kemuliaan Bapa-Nya. Kristus sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi. Maut tidak berkuasa lagi atas-Nya. Yang paling pokok ialah bahwa Tuhan Yesus sekarang hidup dalam kehidupan ilahi, duduk di sebelah kanan Allah. Kebangkitan berarti pemuliaan, peninggian kepada kemuliaan ilahi.

Tuhan Yesus sudah mengabdikan diri-Nya sebulat-bulatnya demi cinta kepada Allah dan kepada manusia, demi Kerajaan Allah, tidak akan dibiarkan mati konyol oleh Allah. Karena cinta-Nya yang rela mempertaruhkan nyawa itu, maka Allah membangkitkan Tuhan Yesus dari alam maut. Kebangkitan-Nya berarti masuk hidup dalam lingkup Allah yang serba berbeda dengan hidup di dunia ini. Hidup yang mulia.

Dengan membangkitkan Yesus dari alam maut, Allah membenarkan Yesus. Kebangkitan Yesus berarti Allah membenarkan dan melegitimasi warta dan karya Yesus. Kematian disalib bagi agama Yahudi berarti bahwa seseorang telah dibuang dan dikutuk oleh seluruh bangsa dan oleh Allah sendiri.

Dengan membangkitkan Yesus dari alam maut, Allah mengangkat Yesus ke dalam kemuliaan-Nya. Yesus menjadi Tuhan. Sebagai Tuhan Yesus menjadi sebab dan jalan keselamatan bagi mereka yang percaya. Dengan membangkitkan Yesus dari alam maut, Allah menyatakan bahwa maut dan dosa tidak dapat menghilangkan cinta-Nya. Kiranya jelas bahwa kebangkitan Yesus menjadi sendi dan kunci iman Kristiani. Santo Paulus berkata: “Seandainya Kristus tidak bangkit, sia-sialah iman kita”.

Memang kebangkitan Yesus telah menjadikan semuanya lain. Ia menjadi titik balik yang menentukan bagi perkembangan Kerajaan Allah menuju kepada kepenuhannya. Kebangkitan Yesus adalah puncak penyelamatan manusia dari dosa. Sering orang berpikir, bahwa kematian Yesuslah yang menyelamatkan manusia. Seolah-olah kematian menjadi target dan tujuan. Bukan! Target dan tujuannya adalah kebangkitan, kemenangan, dan kemuliaan surgawi. Untuk mencapai itu harus melewati sengsara dan salib. Penyelamatan menjadi utuh oleh kebangkitan itu. Kebangkitan yang memberi jaminan, harapan, dan keberanian serta daya juang untuk melawan segala bentuk kejahatan dan memenangkan Kerajaan Allah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.