PEKANBARU – Momen spesial terjadi saat kunjungan Uskup Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX ke Pekanbaru, Senin (21/3). Mgr. Vitus bersilaturahmi dengan Gubernur Riau, Drs. H. Syam­suar, M.Si. Turut serta dalam rombongan Uskup, Pastor Kepala Paroki St. Maria a Fatima Pekanbaru, P. Emilius Sakoikoi, Pr dan P. Yulius Tangke Bandaso, SX – Pastor Kepala Paroki St. Paulus Pekanbaru, Sr. Mediatrix Ronga, JMJ dan perwakilan umat Katolik (Wahyu Donri Tinambunan dan Asterius D. Situmorang). Pejabat yang mendampingi gubernur yaitu: Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau (Jenri Salmon Ginting), Karo Kesra (Zulkifli Syukur), dan Kabag Bintal Biro Kesra (Sofwan Muhajir).

Gubernur Syamsuar menjamu rombongan Bapa Uskup santap siang. Dalam moment ini tersirat makna yang mendalam saat tuan rumah dan tamu duduk bersama dalam kebhinekaan sambil menikmati hidangan. Gubernur menyatakan apresiasi yang sangat tinggi kepada Bapa Uskup dan rombongan karena silatu­rahmi sangat penting dalam rangka meningkatkan persau­daraan lintas agama.

Selepas santap siang, dalam suasana santai dimoderatori Wahyu Tinambunan terjadi dia­log. Mgr. Vitus menyatakan sejak ditahbiskan sebagai Uskup Padang sudah merencanakan bersilaturahmi dengan para pimpinan dan kepala daerah, termasuk Gubernur Riau. Secara singkat, Bapa Uskup memapar­kan mengenai potensi-potensi umat Katolik yang ada di Provinsi Riau untuk bersama-sama menciptakan kerukunan umat beragama dan kesejah­tera­an bersama. “Saya akan selalu mendorong umat Katolik agar selalu sama-sama menciptakan keamanan, berinteraksi sosial, dan berjuang bersama untuk kesejahteraan masyarakat. Mengenai kunjungan ini, sudah lama saya ingin berkunjung dan bertemu Bapak Gubernur dan jajarannya,” kata Mgr. Vitus.

Kata berjawab, gayung bersambut. Syamsuar dengan singkat menjelaskan kondisi provinsi Riau terkini. Saat ini iklim investasi di Riau sangat tinggi dan percepatan pembangunan di berbagai sektor sangat tinggi. Hal ini pencapaian yang berharga. Selama periode pemerintahannya sebagai gubernur katanya, di Provinsi Riau tidak ada konflik horizontal di tengah masyarakat, apalagi konflik yang sebabkan oleh umat Katolik. Gubernur menambah­kan, pihaknya bersama jajaran, saat momen Natal dan Paskah terus memonitor secara langsung proses penyelenggaraan ibadah. “Keberadaan pemimpin dan tokoh agama menjadi partner pemerintah, khususnya gubernur dalam melakukan sinergitas di Bumi Lancang Kuning ini. Salah satu sumbangsih nyata para to­koh agama, termasuk dari Gereja Katolik adalah dalam rangka percepatan vaksinasi. Maka, kami terus meminta dukungan tokoh lintas agama untuk mendorong percepatan vaksinasi Covid-19,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Pastor Emil yang juga Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Padang menam­bah­kan bahwa organisasi massa (ormas) dan kelompok-kelompok Katolik di Pekanbaru sudah melakukan koordinasi dalam menjaga kerukunan umat beragama dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di Provinsi Riau ini. (wdt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.