Setelah menanti tiga tahunan, Nicho­las Susanto (17) menjadi misdinar di Gereja Paroki St. Petrus Claver, Bukittinggi. “Sejak kelas V SD Fransiskus Bukittinggi saya ikut kegiatan kelompok misdinar, tetapi baru bertugas saat kelas VIII SMP Xaverius Bukittinggi,” ucapnya.

Sulung dari dua bersaudara anak pasangan Emmanuel Susanto dan Yenlie ini didampingi pelatih misdinar Silvia Rosnani – Kepala SMA Xaverius Bukittinggi. Penggemar hewan reptil yang hobi berenang ini belajar cara berdiri yang benar dan cara melayani pastor tatkala Perayaan Ekaristi. Hingga kelas VI SD, Nicho belum ‘diperbolehkan’ bertugas. Remaja yang gemar bermain piano, organ, keyboard, dan biola ini bertugas pertama saat perayaan Malam Natal dan Hari Raya Natal. “Saya senang sekali, bersemangat melayani Tuhan dan Gereja. Apalagi Mama mendukung,” ungkapnya.

Peraih peringkat kedua Lomba Renang Kategori Gaya Dada 100 Meter Antarklub Renang di Bukittinggi (Januari 2018) ini menuturkan awal mula dirinya bergabung dalam kelompok misdinar. “Tatkala kelas V SD, saya mau melayani Tuhan lewat pastor yang memimpin Misa. Setelah mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional I Tahun 2018 di Ambon, Provinsi Maluku, sebagai peserta Paduan Suara Gregorian Remaja (PSGR) Provinsi Sumatera Barat utusan Kota Bukittinggi, saya diajak ikut kegiatan kelompok misdinar.” katanya.

Semasa kanak-kanak, Nicho mengaku tidak bisa tenang dan bergerak terus sehingga untuk menyalurkan energinya, orangtuanya mengikut­sertakan dalam Fun Swimming Club Bukittinggi (2016-2018) dan Bantola Swim­ming Club Bukittinggi (awal-akhir 2019) dan menorehkan berbagai pres­tasi. Selain, sebagai misdinar, Nicho sebagai orga­nis. “Pelayanan saya terhenti karena pandemi. Saya ingat, 15 Maret 2020 aktivitas misa di gereja dihentikan hingga akhir 2021,” ujarnya (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.