MENJADI GEMBALA YANG BAIK

Hari Minggu Paskah IV (8 Mei 2022)
HARI MINGGU PANGGILAN
Kis 13:14, 43-52, Mzm. 100:2,3,5; Why 7:9, 4b-17,
Yoh 10: 27-30

“AKULAH gembala yang baik, gembala yang baik menyerahkan hidup-Nya untuk domba-domba-Nya. Ia mengenal domba-domba-Nya dan domba-domba-Nya mengenal Dia”, demikianlah sabda Tuhan Yesus.
Alkisah, sepasang suami istri memi­liki lima anak laki-laki. Keluarga ini hidup bersahaja. Pak Yosef kepala keluarga itu pekerja swasta. Ketika anak-anaknya masih kecil, di saat Pak Yosef berangkat kerja, anak-anak­nya belum bangun. Sementara istrinya, Bu Maria, ibu rumah tangga dan membuka warung kelontong. Karena banyak waktu bersama kelima anaknya di rumah, Bu Maria mengenal betul sifat dan karakter anak-anaknya satu persatu.

Suatu hari, Andre anak nomor dua cemberut. Tidak seperti biasanya. Bu Maria mengamati perubahan sikap Andre anaknya. “Anak ini pasti sedang ada masalah”, kata­nya dalam hati. Bu Maria terus memperhati­kan anaknya dan mencari kesempatan untuk berbicara empat mata. Hal itu juga dilakukan Bu Maria terhadap empat anaknya yang lain. Terutama di saat mereka sedang ada masalah. Bu Maria begitu dekat dengan anak-anaknya secara pribadi sehingga ada perubahan sedikit saja sudah dikenalinya.

Bu Maria dengan caranya sendiri berperan sebagai “Gembala yang baik” bagi orang-orang yang dipercayakan kepadanya yaitu anak-anak. Bu Maria dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam penggem­balaan Tuhan Yesus. Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya adalah gembala yang baik. “Akulah gembala yang baik”. Gembala yang baik punya sifat, yaitu: pertama, mengenal domba-dombanya secara pribadi. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku”. Kedua, rela berkorban demi keselamatan domba-dombanya. “…dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”.

Kedua sifat gembala itu sudah dilakukan oleh Yesus, yaitu dengan menyerahkan hidup-Nya guna membebaskan manusia dan dengan kedekatan-Nya kepada para murid-Nya. Gembala yang baik tidak lari, tidak cari selamat sendiri bila domba-dombanya dalam bahaya seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang upahan. Gembala tidak mencari dan mengutamakan keselamatan dirinya, tetapi mendahulukan domba-domba dan baru kalau mungkin menyelamatkan dirinya sendiri. Gembala yang baik mengenal secara pribadi domba-dombanya dan karena mengenal secara pribadi maka dapat membimbing, mengarahkan, dan membantu domba-domba sesuai dengan tujuan yang mau dicapai domba itu. Oleh karena itu domba-dombanya juga mencintai dan mengenalnya.

Yesus adalah gembala yang baik itu. Dia bertindak sebagai gembala utama. Sebagai domba-domba-Nya kita dapat datang kepada-Nya untuk memperoleh bimbingan dan keselamatan. Dalam bimbingan-Nya kita akan sampai kepada kesatuan dengan Allah dan juga memperoleh keselamatan. Dalam kegembalaan-Nya kita sudah mendapat jaminan. Dia sendiri yang akan mendahului kita dalam setiap bahaya. Maka kita tidak usah menjadi takut.

Dalam menggembalakan domba-domba-Nya Yesus juga memanggil orang-orang yang terlibat dalam karya penggembalaan-Nya agar semua orang mendapat kesela­mat­an. Mereka adalah orang-orang yang ter­panggil untuk mengabdikan dirinya bagi Tuhan secara khusus dengan terlibat dalam karya penggembalaan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang siap sedia dipakai oleh Yesus untuk menjamin agar domba-domba-Nya beroleh keselamatan. Pada hari Minggu Panggilan ini, mari kita berdoa agar semakin banyak orang terpanggil secara khusus untuk terlibat dalam karya penggembalaan umat.
Sebagai pengikut Yesus, kita diajak untuk menjadi gembala-gembala kecil yang baik, yang juga punya ciri-ciri di atas. Sebagai apapun peran, di dalam keluarga, tempat kerja, dan masyarakat kita diminta menjadi dan bersikap seperti gembala yang baik terhadap semua orang. Diperlukan sikap keterbukaan untuk lebih memahami orang lain dan keberanian merelakan diri mem­bantu orang lain. Marilah kita belajar dari Yesus, sang Gembala baik untuk menjadi gembala-gembala kecil yang baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.