MERASAKAN KUAT ROH KUDUS

Hari Raya Pentakosta (5 Juni 2022)
Kis. 2:1-11; Mzm. 104:1ab, 24ab, 29c-30, 31, 34; Rm. 8:8-17;
Yoh. 14:15-16, 23b-26

MUNGKIN Anda merasa kehidupan yang dijalani mengalir begitu saja. Semua hal yang didapatkan semata-mata buah dari perjuangan. Anda tidak merasa ada pihak-pihak lain yang turut campur dalam semuanya itu. Bahkan Anda pun tidak merasakan adanya campur tangan dan kuasa Allah sekalipun. Apalagi mampu merasakan campur tangan Roh Kudus.

Berbeda dengan orang yang menjalani hidup dengan Roh Kudus, akan menjalani hidup tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Meskipun orang itu merasa dirinya kuat, dia punya prinsip bahwa “di atas langit, masih ada langit”. Sikap seperti inilah yang membuat orang itu tidak sombong, tetapi rendah hati. Orang ini merasa tidak ada yang bisa disom­bongkannya dari dirinya.

Di sinilah kehidupan yang berkualitas sebagai umat beriman. Ada banyak orang yang mengaku beriman, tetapi tidak mampu menangkap bahwa segala yang dialami adalah pengalaman iman, pengalaman hidup bersama Allah, bersama Roh Kudus. Kehidupan orang percaya menjadi incaran iblis. Jadi harus tetap tangguh. Pengalaman bersama Roh Kudus yang membuat seseorang semakin tangguh dan kuat di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Bertekun adalah menunjukkan kata kerja yang menggambarkan suatu pergumulan yang sangat sengit. Di dalam ketekunan ada perlawanan, ketahanan, kesetiaan untuk mencapai garis akhir. Setiap orang yang menjalani ketekunan­nya tanpa mengalami kehadiran Roh Kudus secara pribadi, tidak akan pernah punya pengalaman hidup bersama Roh Kudus.

Peranan Roh Kudus begitu dahsyat dalam kehidupan umat beriman. Sejauh mana kepekaan kita dalam mengetahui hal itu. Roh Kudus bekerja dengan cara mera­suk ke dalam diri, bekerja jika menyerahkan diri untuk dipimpin dan terbuka untuk menerima, tergantung dari ketaatan kita. Roh Kudus membimbing agar kita punya pengalaman hidup bersama-Nya. Yesus menjelaskan mengenai peranan Roh Kudus yang meng­iringi kita dalam hal ketaatan. Orang yang memegang perintah Tuhan adalah tanda orang yang mengasihi Tuhan. Tuhan merin­dukan kita sebagai pribadi yang menikmati iman bukan sebagai tekanan. Kondisi inilah yang perlu disadari, kita perlu Roh Kudus. Perbuatan ajaib Tuhan atas manusia terus dilakukan-Nya.

Hidup bersama Roh Kudus adalah kesadaran diri atas campur tangan dan pertolongan-Nya. Niscaya tangan Tuhan yang luar biasa menyer­tai kita dalam perjalanan hidup. Kalau peka merasakannya, hidup ini penuh dengan pengalaman ajaib dari Allah. Roh Kudus atau Allah itu tidak kelihatan, tetapi daya dan kekuatan-Nya bisa dirasakan. Hanya iman yang mengakui hal ini. Sama halnya angin, tidak kelihatan wujudnya, tetapi bisa dirasakan daya kekuatannya. Setiap saat, kita di tengah pusaran angin, kadang tidak merasa­kannya, karena meng­anggapnya hal biasa. Demikian pula kuasa Allah dan Roh Kudus.

Karya ajaib Roh Kudus dapat dilihat dalam kehidupan Santo Paulus. Semenjak Roh Kudus tinggal dalam hatinya, Paulus bukan hanya berani bersaksi bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, tetapi juga dimampukan untuk melalui berbagai rintangan dengan cara yang luar biasa. Kapal pecah di tengah badai, perco­baan pembunuhan, gigitan ular, siksaan, penjara dan ancaman hukuman mati tidak dapat meng­hentikan Rasul Paulus, karena ia tahu tidak sendirian dan Roh Kudus selalu bersamanya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.