“SELAMA 20-an tahun, saya sebagai Seksi Katekese Petugas Pastoral Paroki (P Tilu atau P Tiga /P3) Stasi St. Maria Assumpta Mato­tonan, Paroki St. Maria Diangkat ke Surga-Siberut, Kep. Mentawai,” ucap Markus Sabaggalet (50).

P3 adalah tim pastoral di stasi. Salah satu tugas P3 adalah menyelanggarakan sermon – membahas bacaan Kitab Suci (Hari Minggu). Sermon hari-hari menjelang Perayaan Ibadat Sabda. Meski lama sebagai anggota P3, ayah empat anak dan kakek dua cucu ini tidak pernah menjadi baja‘ Gereja atau ketua stasi. Sebagai tokoh umat, lelaki kelahiran Matotonan, Siberut Selatan, 7 Mei 1972 ini berusaha menjadi contoh bagi umat. Suami Ariani (40) ini mulai dari dalam keluarganya sendiri. Markus bangga karena hingga kini anggota keluar­ganya tidak ada yang pindah agama atau murtad. Semua utuh, tetap setia pada iman Katolik.

Menurut Markus tantangan terbesar Gereja di kampungnya saat ini adalah umat Katolik murtad. Penye­babnya faktor ekonomi, tawaran ban­tuan atau iming-iming dari pihak lain gencar dilakukan sehingga menggoyahkan hati umat, ter­utama yang lemah imannya. Markus mengakui pema­haman umat akan agamanya yang rendah disebabkan rendahnya pendidikan. Markus sendiri lulusan SMP Negeri 1 Siberut Selatan. “Umat kurang memahami dan men­da­lami ajaran Katolik. Karena imannya kurang mengakar, maka mudah goyah kalau ajakan pihak lain. Melihat hal ini, anggota P3 berusaha sekuat tenaga membentengi dan menggerakkan umat untuk belajar dan mengikuti sermon.” (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.