Setelah sedikit reda dengan pandemi Covid-19, bulan-bulan terakhir ini dunia dihebohkan munculnya virus cacar monyet. Penyakit  ini bukanlah penyakit baru. Cacar monyet atau monkey­pox pertama kali muncul di negara Republik Demokratik Kongo (1970). 

Cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit.  Pada awalnya, penyakit cacar monyet memiliki gejala yang serupa dengan cacar air, yaitu bintil berair. Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah menjadi bernanah dan menimbulkan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Cacar monyet merupakan penyakit yang dapat menular dari orang ke orang, tetapi sumber utamanya adalah hewan pengerat dan primata, seperti tikus, monyet, atau tupai yang terinfeksi. Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, yaitu virus yang termasuk dalam kelompok Orthopoxvirus. Virus ini awalnya menular dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan, seperti tupai, monyet atau tikus, yang ter­infeksi virus monkeypox. Cara lain penularan dapat terjadi lewat kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi. Cacar monyet menyebar antarmanusia melalui percikan liur yang masuk melalui mata, mulut, hidung, atau luka di kulit. Penularan juga bisa terjadi melalui benda yang terkontaminasi, seperti pakaian penderita, membutuhkan kontak yang lama.

Gejala cacar monyet akan muncul 5–21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox. Gejala awal cacar monyet adalah: demam, letih atau lemas, menggigil, sakit kepala, nyeri otot. Pembengkakan kelenjar getah bening ditandai dengan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan

Gejala awal cacar monyet dapat berlangsung selama 1–3 hari atau lebih. Setelah itu, ruam akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain, seperti lengan atau tungkai. Ruam yang muncul akan berkembang dari bintil berisi cairan hingga berisi nanah, lalu pecah dan berkerak, kemudian menyebabkan borok di permukaan kulit. Segera periksakan diri ke dokter jika merasakan gejala seperti cacar air, yaitu muncul bintil berair, terutama bila:  isi bintil berubah menjadi nanah, kontak dengan monyet atau tupai, baru bepergian ke negara yang banyak terjadi kasus cacar monyet.  Pada tahap awal pemeriksaan, dokter akan memeriksa gejala dan jenis ruam yang muncul. Dokter juga akan menanyakan riwayat bepergian dari negara yang memiliki kasus cacar monyet.

Kemunculan ruam saja belum tentu menandakan cacar monyet. Oleh sebab itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat keberadaan virus di dalam tubuh, yaitu melalui: tes darah, tes usap tenggorokan, biopsi kulit mengambil sampel jaringan kulit untuk diperiksa dengan mikroskop.

Pengobatan Cacar Monyet

Hingga saat ini, belum ada pengobatan untuk cacar monyet. Sedangkan penyebaran cacar monyet dapat dicegah dengan vaksin cacar (smallpox). Beberapa negara menggunakan tecovirimat untuk mengatasi cacar monyet. Tecovirimat bekerja dengan menghambat virus cacar monyet berkembang biak dan menyebar ke orang lain. Namun, penggunaan obat ini masih terbatas pada pasien dewasa dengan berat badan ≥40 kg dan anak dengan berat badan ≥13 kg. Penderita monkeypox perlu mendapatkan perawatan di ruang isolasi untuk mendapatkan pemantauan dari dokter dan mencegah penyebaran penyakit.

Cacar monyet memiliki tingkat kesem­buhan yang tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi. Risiko terjadinya komplikasi monkeypox lebih tinggi pada anak-anak, orang dengan daya tahan tubuh lemah, orang yang belum mendapatkan vaksinasi, serta orang yang tinggal di negara endemis atau daerah dengan sanitasi buruk. Komplikasi yang dapat terjadi akibat cacar monyet adalah: infeksi bakteri, infeksi paru-paru, radang otak (ensefalitis), infeksi kornea (keratitis)

Cara pencegahan cacar monyet meng­hindari kontak langsung dengan hewan primata dan pengerat, orang yang terinfeksi. Langkah pence­gahan lain: rajin mencuci tangan dengan (air sabun atau hand sanitizer)  terutama sebelum (mengolah ma­kanan, makan, menyentuh hidung atau mata, dan membersihkan luka). Menghindari peng­gunaan alat atau barang dengan orang yang terinfeksi cacar monyet dan meng­hindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi dagingnya.  ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.