Saya berharap, ketika Bapa Uskup kunjungan pastoral ke Paroki St. Fransiskus Xaverius Dumai, juga ke Stasi Selatpanjang. Meski jauh dari pusat keuskupan, di wilayah perairan Selat Malaka, turut berbahagia atas momen istimewa ini. Selamat Bapa Uskup. Doa kami senantiasa menyertai Bapa Uskup.

Kristina

Ulang tahun tahbisan imamat seorang pastor/imam, tentulah sangat berkesan, karena itu merupakan momen yang tidak semua orang bisa lalui dan dapatkan. Penuh perjuangan dari segala tantangan dan pengorban; apalagi ‘dipanggil’ di antara yang terpanggil. Maka, kalau sudah ditahbiskan sebagai imam, itu merupakan hal yang sungguh luar biasa dalam hidup. Sebelum ditahbiskan menjadi imam tentulah sudah melewati segala tantangan dan godaan duniawi. Untuk itu, seorang imam mestilah menghargai kelulusan itu dan berserah diri sepenuhnya, serta ikhlas menjalani panggilan untuk hidup miskin, sederhana dan murni. Seorang imam harus punya keteguhan dalam prinsip hidupnya.
Walaupun belum berkunjung ke paroki kami, tetaplah disyukuri karena telah memiliki uskup baru. Terpilihnya Pastor Vitus Rubianto Solichin sebagai uskup adalah rahmat bagi kita, umat Keuskupan Padang. Dengan wilayah keuskupan yang begitu luas (Sumatera Barat, Riau daratan, dan sebagian Jambi) pasti punya tantangan tersendiri. Mgr. Vitus pasti bisa ‘menyentuh’ stasi-stasi yang jauh, terpencar dan terpencil, khususnya untuk menerimakan Sakramen Krisma. Umat di Stasi Selatpanjang pun berharap dapat berjumpa dengan Bapa Uskup dan berdoa agar selalu sehat dalam penggembalaan.

Diasuh oleh: Theresia Indriani Santoso, S.Psi., M.Si
(Psikolog, Pendiri SMART PSY Consulting Padang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.