“Saya menjadi orang egois bila hanya memperhatikan keluarga sendiri. Saat lajang, saya dibina oleh orang yang juga berkeluarga. Mereka punya tanggungan keluarga, tetapi masih mau membina kami (remaja dan orang muda),” ucap pendamping Bina Iman Remaja dan Orang Muda Katolik (BIR-OMK) Stasi St. Petrus, Saliguma, Paroki St. Damian – Saibi Muara, Pardison Situmorang (23).

Atas dasar itulah, ia menyediakan waktu dan tenaganya untuk membina remaja dan orang muda di stasinya. Selain itu, lelaki kelahiran Salapak, Siberut Selatan, 4 Februari 1999 yang akrab dipanggil Pardison ini mengingat pesan seorang suster yang mengatakan: “Kamu memang sudah mantan OMK, karena berkeluarga. Namun, itu bukan berarti lepas dari berbagai hal. Status boleh berubah dan beda, tetapi dalam kegiatan menggereja, hendaknya tetaplah terlibat! Inilah cara Tuhan berikan kepadamu.” Suami Fatmawati Sabattilat dan ayah satu anak lelaki (Rotua Situmorang) ini merasa utang budi kepada pendahulunya sehingga ingin membalas kebaikan itu. Caranya menjadi pembina bagi para yuniornya.

Bekal pengetahuan dan keterampilan yang dida­patnya dibagikan kepada para remaja dan OMK. Ia bahagia dan senang melihat mereka guyub berkumpul. Selain memperhatikan BIR-OMK Sali­guma, Pardison juga memperhatikan BIR-OMK stasi lain, yaitu: Tinambu, Siguluk-guluk, dan Limu. Perhatian diberikan dalam bentuk kunjungan tiga bulanan sekali, bergiliran. Dengan kunjungan ini, ia berharap bertambah wawasan, pergaulan, dan silaturahmi BIR-OMK antarstasi. Alumni SMP Yos Sudarso 2 Muara Siberut dan SMK Negeri 2 Kepu­lauan Mentawai ini juga salah satu penggerak Temu OMK Se-Paroki Saibi Muara dan Temu OMK Se-Kabupaten Kepulauan Mentawai. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.