Bagi pangurus Dewan Pastoral Pastoral (DPP) periode 2022-2024 yang dilantik, momen ini adalah istimewa dan berkesan. Sekretaris I DPP, Sudianto Sidauruk mengatakan usia paroki ini boleh dikatakan baru seumur jagung, masih sangat muda, baru lima tahun. Menjadi pengurus DPP (periode kedua), baginya adalah pengalaman sukacita sekaligus sebuah tanggung jawab. “Sukacita yang dimaksud itu adalah rasa bahagia karena ini panggilan sebagai umat kristiani dalam mengemban misi sebagai saksi kristus di tengah-tengah masyarakat dengan pelayanan di Gereja.” katanya.

Pelantikan ini, lanjutnya menjadi bentuk tanggung jawab bersama. Ia merasakan betul-betul menjadi lebih dewasa lagi dalam iman karena Bapa Uskup memberikan beban tugas serta tanggung jawab yang lebih besar dengan menjadi anggota DPP. Berkaitan dengan tantangan anggota DPP, Sidauruk mengatakan bahwa paroki ini masih sangat minim dengan tokoh yang berpengalaman menjadi dewan pastoral paroki. Hal ini menjadi tantangan bagi tokoh umat yang menjadi pengurus. Ia berharap sesama anggota DPP betul-betul menjalankan dengan sepenuh hati dan seikhlas mungkin tanggung jawab ini. “Tantangan yang akan dihadapi banyak dan beraneka ragam. Tantangan dari keluarga, dengan menjadi anggota DPP waktu untuk keluarga akan berkurang karena diberikan untuk kegiatan Gereja baik secara internal maupun eksternal,” katanya. (Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.