PADANG – “Angka 98 menun­jukkan usia organisasi ini lebih tua dari usia kita, bahkan usia negara ini. Dua tahun lagi, organisasi Wanita Katolik RI akan berusia seratus tahun atau satu abad. Untuk ulang tahun mendatang (ke-99, kita mau buat apa? Tentu saja, kita tidak menjalaninya tanpa makna. Tetapi, mesti diisi dengan berbagai aktivitas,” ucap Penasihat Rohani Wanita Katolik Republik Indonesia DPD Sumatera Barat, P. Matius Tatebburuk, Pr., Sabtu (30/7).

Pastor Paroki Katedral St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus Padang ini mengharapkan anggota ormas Katolik menjadi contoh, panutan, model, teladan bagi yang lainnya. Keteladanan itu tampak dalam kekudusan hidupnya. Setiap anggota menjadi corong/toa kebijakan dan kebijaksanaan sehingga orang-orang semakin mengenal wadah ini dan nilai-nilai kekatolikan yang disandangnya.”

Di depan hampir dua ratus anggota di Auditorium SMA Don Bosco Padang, Pastor Matius juga menyampaikan hal menarik terkait dengan Lomba Busana Kebaya yang digelar saat itu. “Hendaknya hal ini bisa menjadi inspirasi bagi umat Katolik, terkhusus anggota Wanita Katolik RI, untuk berbusana yang tepat dan anggun tatkala ke gereja. Anggun menampilkan kepribadian seseorang dan anggun di hadapan Tuhan,” ungkapnya.

Pada perayaan ulang tahun ini, Ketua Presidium Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sumatera Barat, Theresia membacakan kata sambut­an tertulis Ketua Presidium Wanita Katolik RI, Justina Rostiawati dengan topik “Perbedaan Adalah Anugerah: Mari Menyatukan Hati Dalam Kebersamaan Membangun Negeri”. Hal menarik dalam sam­butan ini adalah perlunya mem­bangun habitus baru – kebiasaan pola hidup sehat dan saling memerhatikan – dalam rangka menjaga imunitas dan kesehatan bersama dalam era new normal.

Hadir pada perayaan ini perwa­kilan Wanita Himpunan Bersatu Teguh (WHBT), Wanita Himpunan Tjinta Teman (WHTT), dan Wanita Buddhis Sumatera Barat. Usai berbagai sambutan, perayaan ulang tahun ditandai tiup lilin dan potong kue ulang tahun yang dilakukan bersama di panggung auditorium. Sejumlah mata acara yang telah disiapkan panitia pun ditampilkan, termasuk Lomba Busana Kebaya, diikuti 20 peserta terpilih dari 55 anggota yang hadir berkebaya. Selain itu, tampil para pemenang lomba line dance yang dilakukan penilaian sebelumnya secara virtual. Diumumkan juga pemenang lomba foto bertema wanita tangguh.

Dihubungi GEMA pada akhir perayaan, Ketua Presidium DPD Sumatera Barat, Theresia menginfor­masikan sejumlah kegiatan yang telah dilakukan sebelum puncak ulang tahun. Rangkaian kegiatan dimulai sejak 26 Juni 2022. Rangkaian kegiatan berupa Misa Kudus dan aktivitas webinar dengan topik kesehatan dan pinjaman online (pinjol) dari aspek hukum. Panitia merancang kunjungan kepada para sepuh DPD yang telah berusia lanjut, serta bakti sosial (baksos) berupa gotong royong bersama membersihkan pantai Padang. Selain itu, berlangsung rekoleksi bagi anggota tiga cabang di Padang di kompleks gereja Paroki St. Maria Bunda Yesus Padang. Topik rekoleksi sejalan dengan topik ulang tahun. “Semoga menjadi inspirasi kita untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu Wanita Katolik RI sehingga tetap eksis di lingkungan Gereja dan masyarakat! Sebelum puncak perayaan ulang tahun ke-98 pada Sabtu (30/7), berlangsung Perayaan Ekaristi, bertepatan pesta pelindung organisasi (St. Anna) sekaligus peringatan Hari Kakek Nenek Sedunia pada 26 Juli silam,” ucap Theresia lagi.

Anggota Wanita Katolik RI Cabang St. Petrus Tuapeijat-Mentawai, Theresia Dwisetyaningsih mengatakan bahwa aneka kegiatan dalam rangka HUT ke-98 ini dapat memotivasi anggota, baik di cabang maupun ranting sehingga lebih giat lagi di lingkungan Gereja maupun masyarakat. Di masa mendatang, Wanita Katolik RI dapat menjadi acuan, contoh, pedoman, bahkan panutan bagi keluarga, gereja, dan masyarakat luas.”
Sementara itu, mantan Ketua Presidium DPD Sumbar, Yenny menilai bagus dan gembira atas kehadiran, serta keterlibatan anggota. Sayangnya, hanya satu cabang luar Padang yang hadir, dari Tuapeijat. Saya berharap lebih banyak lagi anggota cabang luar Padang menghadiri perayaan ulang tahun organisasi ini kelak. Juga, saya menilai positif perkembangan dinamika di tingkat ranting. Perlu pendekatan kepada pengurus dan anggota tingkat ranting,” ungkapnya. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.