SANTA MARIA PADANG – Sebanyak 124 anak-anak dan remaja Paroki Santa Maria Bunda Yesus mengikuti temu Serikat Kera­sulan Anak Misioner (SEKAMI), Sabtu (30/7) – Minggu (31/7). Sabtu pagi, satu persatu peserta yang berdatang­an disambut hangat panitia. Setelah melakukan registrasi dan menerima atribut, peserta ditempatkan di SD Tirtonadi.

Pastor Paroki P. Bernard Lie, Pr. tampil perdana pada kegiatan ini untuk menyegarkan suasana dengan mengajak peserta mem­buat gerak dan lagu. Selanjutnya sesi perkenalan peserta. Masing-masing diminta menyebutkan identitas dirinya. Meskipun baru di awal kegiatan, seorang peserta menyatakan senang karena mendapatkan teman baru dalam kegiatan.

Dalam suasana santai namun serius, P. Bernard menyam­pai­kan materi seluk beluk SEKAMI dan meng­ajak peserta menda­lami materi sesuai tema: “Katakan Yes! Siap untuk Diutus!” Kepada anak-anak paroki, P. Bernard berha­rap melalui Temu SEKAMI remaja ini mereka menyadari bahwa dirinya dicintai dan dipilih Allah untuk menjadi misionaris cilik! Oleh sebab itu semua bahan-bahan yang diberikan selama kegiatan ini untuk mendorong atau memotivasi anak-anak agar mampu memberi diri menjadi utusan Tuhan lewat SEKAMI. Anak-anak dan remaja didorong untuk dapat menjalankan dalam hidup melaksanakan semboyan SEKAMI, yaitu: Children Helping Children! Anak Membantu Anak! Untuk menggapai tujuan itu anak-anak SEKAMI mempunyai semangat 2D 2K, yaitu: Doa, Derma, Kurban, Kesaksian. “Dengan kata lain kalian harus selalu rajin berdoa, berderma untuk membantu teman-teman yang membutuh­kan, mau berkorban dan memberi kesaksian dalam hidup sehari-hari! Walaupun kalian masih anak-anak dan remaja, bisa menjadi misionaris cilik. Kalian berharga. Kalian sungguh Sahabat Yesus!” katanya.

Usai penyampaian materi dilan­jutkan pembagian kelompok. Setiap kelompok diminta membuat yel-yel yang dipakai selama kegiatan. Selain Imam Diosesan Padang ini, peserta juga didampingi Fr. Marudut Xaverius Nainggolan dan Fr. Jhon Mezer Manullang. Kedua calon imam Keuskupan Padang ini meng­ajak peserta mendalami materi tentang: “Cara Remaja Mewartakan Iman”. Kedua frater yang telah ditahbiskan menjadi diakon di Gereja Paroki Santo Fran­siskus Assisi Padangbaru, Selasa, 2 Agustus 2022 ini membagikan pengalaman dalam menjawab panggilan Tuhan dengan menjadi imam (pastor). Menurut mereka dibutuhkan keterbukaan hati untuk mendengar panggilan Tuhan dan kesediaan untuk menjawab-Nya.

Suasana makan siang saat kegiatan ini berbeda dari biasanya. Panitia meng­arahkan peserta ke lorong teras lantai dua untuk duduk berdua-dua saling berha­dapan. Mereka makan “bajamba”. Keakraban peserta tampak dalam canda tawa selama menikmati makanannya. Setelah makan dan istirahat, peserta diminta memantapkan yel-yel kelompoknya yang akan dipakai selama outbond. Peserta menuju halaman gereja. setelah mendengarkan arahan dari panitia, menuju pos masing-masing. Salah satu games yang menarik dalam outbond adalah estafet air. Peserta antusias mengikuti permainan, tidak peduli kelompoknya kalah yang penting terbangun kekompakan dan happy. Menjelang senja, usai istirahat peserta kembali ke ruangan untuk mendapatkan pembekalan dari katekis Lucia Peni.

Usai makan malam, peserta berdoa Rosario Misioner di lapangan gereja disertai dengan api unggun dilanjutkan malam kebersamaan. Peserta dan panitia membaur menikmati malam dengan bernyanyi bersama dan melontarkan yel-yel dari masing-masing kelompok.
Keesokan harinya, kegiatan diawali dengan jalan santai. Setelah sarapan pagi, Fr. Jhon Fr. Marudut, dan Fr. Mikhael mensharingkan perjalanan panggilannya, dari awal hingga menjalani pendidikan di seminari. Secara garis besar, mereka menyatakan mengalami jatuh bangun. Namun semua itu diolah sehingga tetap teguh di jalan panggilan ini. Rangkaian kegiatan temu SEKAMI ini diakhiri dengan Perayaan Ekaristi bersama umat di gereja. Setelah misa sesi foto bersama di lapangan. (Rio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.