Setamat SMA Negeri 1 Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, tahun 2021, Paulinus Samong­andoat (21) terpaksa menunda rencana kuliahnya. Sebelumnya, pemuda kela­hiran Matotonan, Siberut Selatan 7 Juli 2001 ini ikut kegiatan seminari selama tiga bulan (Juni – Oktober 2021) di Sidi­kalang-Medan, Sumatera Utara. “Sete­lah direfleksikan kembali, tidak menjadi panggilan hidup saya,” ungkapnya.

Selepas seminari, anak ketiga 5 ber­saudara dari pasangan Mateus Samong­andoat (alm) dan Marta Sago­ilok yang akrab dipanggil Paul ini bekerja di peternakan ayam petelur di Kawasan Kota Pariaman (Desember 2021 hingga Mei 2022). Setelah itu ia pulang kampung membantu orangtuanya meng­­urus ladang. Ada niatnya melanjutkan kuliah, namun terkendala biaya. Ia mengalah karena adik lelakinya melanjutkan ke SMP Yos Sudarso 2 Siberut. Satu adik lelakinya ju­ga di kelas XII SMA. “Kalau saya memak­sa­kan diri kuliah, pada hal pendapatan keluarga tidak menentu, adik saya tidak bisa masuk SMP,” tuturnya.

Penggemar olah raga bulu tangkis dan fut­sal yang bercita-cita menjadi pengajar ini di kam­­pungnya membantu pembinaan kelom­pok Bina Iman Anak (BIA) dan Bina Iman Re­ma­ja (BIR) Stasi Matotonan. “Bagi saya, ti­dak­­lah cukup pendidikan SMA. Saya menga­lah demi kelanjutan pendidikan adik. Kalau ada kesempatan dan biaya, saya pasti akan kuliah! Sekarang saya mengurus pisang dan pinang di ladang,” ucapnya mengakhiri. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.