PASAMAN BARAT – “Mari kita bangun hospitality (keramah-tamahan) dalam karya dan pelayanan sebagai pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP).” kata Bapa Uskup Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX. Pesan tersebut disampaikan Bapa Uskup saat melantik DPP Keluarga Kudus Pasaman Barat periode 2022-2025, di Gereja Keluarga Kudus Mahakarya, Sabtu malam, 16 Juli 2022.

Misa dan pelantikan DPP bagian dari kunjungan pastoral Bapa Uskup ke paroki ini sabtu (16/7) dan Minggu (17/7). Keesokan harinya, Bapa Uskup mengunjungi Stasi Santa Maria Diangkat ke Surga Kinali. Mgr. Vitus didampingi parokus Rm. Anselmus Tampubolon, Pr. dan Rm. Ronald Sitanggang, Pr. memimpin perayaan Ekaristi dan menerimakan Sakramen Krisma.

Kepada anggota DPP baru, Bapa Uskup menyampaikan harapannya supaya menjadi perhatian yaitu hospitality. Hospitality itu berhubungan dengan sikap Martha dan Maria dalam bacaan Injil (Luk. 10:38-42) yang sejalan dengan makna pelantikan DPP. Keramahtamahan sangat dibutuhkan sebagai pengurus. Bapa Uskup juga menekankan kemauan untuk mendengarkan dengan telinga-hati. “Karena pengurus juga perlu mendengarkan segala yang berhubungan dengan pelayanannya.” kata Bapa Uskup.

Usai perayaan ekaristi dilanjutkan ramah tamah di teras samping gereja. Ketua DPP ex officio Parokus, Rm. Anselmus menyatakan bahwa keberadaan DPP sungguh diperlukan untuk karya pastoral. Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat memiliki wilayah pelayanan yang cukup luas dengan 13 stasi sehingga peran awam sangat membantu kegiatan pastoral. Tidak mungkin sekaligus dirinya melayani dalam waktu bersamaan di tiga tempat yang berbeda. Apalagi hingga saat ini hanya ada satu imam yang tinggal di paroki ini, sehingga setiap Minggu didatangkan pastor dari Padang untuk membantu pelayanan. “Oleh karena itu, dengan adanya DPP dan kerja sama, pelayanan akan terlaksana secara maksimal. Dengan pelantikan DPP baru, maka Stasi Mahakarya menjadi usat paroki” ungkap Pastor Ansel.

Menanggapi terbentuknya dan pelantikan DPP baru ini, tokoh umat Stasi Sumber Agung yang juga anggota DPP, T. Manalu menyatakan bahwa keberadaan DPP diperlukan untuk perkembangan umat dan pelayanan pastoral, khususnya di setiap wilayah yang tersebar luas dan jauh.
Kehadiran Bapa Uskup di Stasi St. Maria Diangkat ke Surga-Kinali, Minggu (17/7) disambut dengan tarian bernuansa budaya Jawa. Prosesi penyambutan dan selama Bapa Uskup di stasi ini lingkungan gereja dijaga pihak berwajib (polisi) dan organisasi masyarakat setempat. Di stasi ini, dalam perayaan Ekaristi, Bapa Uskup menerimakan Sakramen Krisma kepada 20 umat.

Setelah Misa, dalam ramah tamah, umat memberikan kejutan kepada Bapa Uskup, berupa tumpeng Perayaan Perak Imamat Bapa Uskup. Sembari menikmati santap siang, dari anak-anak, remaja (BIR), Orang Muda Katoklik (OMK), dan penerima Krisma menghibur dengan aneka atraksi. Suasana semakin meriah dan tercipta kebersamaan, saat semua yang hadir membaur menari dan menyanyikan lagu “Gemu Fa Mi Re” dan “Goyang Kanan Kiri”. (Fr. Yobel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.