Sakit pinggang adalah sakit pada punggung bagian bawah atau samping. Penderita bisa mengalami sakit, hilang timbul atau terus menerus. Penyakit ini paling sering dise­bab­kan oleh cedera otot (sendi) di area ping­gang; karena posisi tubuh salah, meng­angkat benda berat, melakukan gerakan secara ber­ulang. Sakit punggung bagian bawah bisa dise­bab­kan oleh gangguan pada ginjal, infeksi atau masalah tulang belakang.

Dalam banyak kasus, sakit pinggang terjadi akibat cedera, karena: gerak tiba-tiba dan ber­ulang, du­duk terlalu lama (salah posisi duduk dan kursi tidak nya­man). Pada anak-anak, karena sering mem­bawa tas pung­gung yang terlalu berat. Selain cedera, sakit pinggang juga dapat terjadi karena gangguan pada saraf tulang belakang, penyebabnya antara lain: Peradangan pada sendi di tulang belakang. Saraf kejepit akibat penon­jolan bantalan tulang belakang. Pengikisan bantalan tulang belakang akibat proses penuaan. Penyem­pitan ruas tulang belakang (stenosis spinal). Ce­de­ra tulang bela­kang akibat terbentur atau kece­lakaan. Kelainan pada lengkung tulang belakang, seperti kifosis, lordosis atau skoliosis. Sakit pinggang juga sering dialami perempuan pada masa kehamilan, karena: Pertambahan berat badan yang membuat tulang belakang menekan pembuluh darah dan saraf di panggul dan bekerja lebih keras untuk menopang tubuh. Pelepasan hormon yang mengganggu jaringan di sekitar pinggang. Perubahan postur tubuh yang mem­buat titik pusat keseimbangan ibu hamil berubah tanpa disadari. Perubahan mood juga menye­bab­kan otot pinggang menegang.

Gejala sakit pinggang dapat berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Gejala umumnya: Ping­gang pegal, kaku, atau seperti ditusuk. Nyeri menjalar dari pinggang ke bokong sampai kaki; .dari pinggang ke selangkangan dan alat kelamin. Sulit untuk bergerak dan berdiri tegak. Sakit mem­buruk di malam hari atau duduk terlalu lama. Sakit terasa memburuk saat membungkuk, mengang­kat benda berat, dan berjalan. Tungkai terasa lemah (mati rasa) tergantung pada letak saraf yang terjepit.

Sakit pinggang biasanya berlangsung bebe­rapa hari sampai beberapa minggu, terutama yang disebabkan oleh cedera otot. Pada bebe­rapa kasus, bisa sampai lebih dari tiga bulan. Sakit pinggang seringkali sembuh dengan sendirinya. Tetapi waspadalah bila terjadi ber­ulang selama 1 bulan dan makin memburuk segera ke dokter.

Penanganan sakit pinggang tergantung pada penyebabnya. Berikut ini adalah metode pengobatan untuk sakit pinggang, baik yang dilakukan secara mandiri maupun atas anjuran dokter. Untuk sakit pinggang yang disebabkan oleh otot tegang, penanganannya dapat dilakukan secara mandiri, antara lain dengan:

1. Tetap beraktivitas.
Istirahat disarankan, namun terlalu banyak istirahat membuat otot pinggang melemah. Lakukan aktivitas dan olah­raga ringan (berjalan, yoga, berenang, peregangan otot). Hindari aktivitas berat sampai gejala membaik.
2. Kompres dingin.
Kompres area yang sakit dengan es untuk mengurangi bengkak. Bung­kus es dengan handuk atau kantong es agar kulit tidak terluka. Lakukan dalam 2 – 3 hari.
3. Kompres hangat.
Setelah 2–3 hari, lakukan kompres hangat untuk mengurangi peradangan, meningkatkan aliran darah, dan melemaskan otot. Lakukan selama 20–30 menit, tiap 2 atau 3 jam.
4. Obat pereda nyeri.
Untuk meredakan sakitnya, bisa mengkon­sumsi paracetamol.

Terapi khusus dapat dilakukan, antara lain: 1) Fisioterapi untuk memperbaiki postur tubuh, menguatkan dan meningkatkan kelenturan otot pinggang. 2) Akupuntur untuk membantu mere­dakan nyeri. 3) Manipulasi tulang belakang untuk memperbaiki posisi tulang belakang dengan mem­beri pijatan dan tekanan pada punggung dan tulang belakang. 4) Traksi, yaitu terapi dengan beban untuk memperbaiki posisi tulang belakang secara bertahap. 5) Trans­cuta­neous electrical nerve stimulation (TENS), yaitu terapi listrik bertujuan memblokir sinyal rasa sakit di sistem saraf. Penanganan dengan operasi tergantung pada penyebab. Lakukan pencegahan dengan cara antara lain: Olahraga rutin untuk menguat­kan otot pinggang (renang, yoga). Tekuk lutut dan jaga tubuh tetap tegak saat akan mengangkat benda berat. Hindari mengangkat beban terlalu berat, gunakan alat bantu atau minta bantuan orang lain. Duduklah dalam posisi tegak dan hindari duduk terlalu lama. 

Pertahankan berat badan ideal untuk mencegah tekanan berlebih pada tulang belakang. Hentikan kebiasaan merokok karena kandungan di dalam rokok dapat mengu­rangi suplai darah ke pinggang. Penuhi asupan kalsium dan vitamin D untuk mencegah pengero­posan tulang (osteoporosis). Tidurlah dalam posisi menyamping dan lutut terlipat ke atas guna mengurangi tekanan pada pinggang. Gunakan alas tidur yang mampu menahan berat badan dan tidak terlalu empuk. Gunakan alas kaki yang nyaman dan hindari penggunaan sepatu hak tinggi. (ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.