Melihat warga masyarakatnya tidak bersekolah dan putus sekolah Janokerei Sagoroujou, S.IP. (32) tergerak hatinya untuk menolong. Jano panggilan akrabnya mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Manai Obuk”. “Karena faktor ekonomi yang terbatas membuat warga masyarakat di sini tidak bersekolah. Dulu hanya sedikit warga yang tamat SD hingga SMA.” katanya.

Pada tahun pelajaran 2022-2023, PKBM yang dikelolanya menerima 40-an peserta didik, tingkat penyetaraan SD (Paket A), SMP (Paket B), dan SMA (Paket C). Pada umumnya, peserta PKBM ini berusia di atas 35 tahun. Lelaki kelahiran Madobag (Siberut Selatan) 10 Februari 1990 ini berharap peserta didik itu bertahan. Suami Xaveria Juwita Sagulu ini aktif dalam kegiat­an sosial kemasyarakatan sejak mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Univer­sitas Ekasakti Padang. Ia pernah menjadi Ketua Ikatan Mahasiswa Dusun Madobag (IMDM). Setelah lulus kuliah (2015), ayah sepasang anak ini dulu menjadi anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Madobag (2016-2019). Jano juga pernah sebagai fasilitator pembangunan komunitas di LSM Fondasi Hidup selama sepuluh bulan di Wilayah Sila’Oinan (Salappa’, Magois, Bekkeiluk). Di bidang pendidikan politik, Jano pernah menjadi penyuluh lapangan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Desa Madobag saat Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Sumatera Barat (2020). Ia pernah bertarung bersama empat empat calon lain dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Madobag (2021).

Aktivitas kegerejaan pun diikutinya. Terbaru, dirinya sebagai Ketua Panitia Penyambutan Bapa Uskup Vitus di Stasi Madobag (11/8). Juni 2022 silam, dirinya jadi Ketua Panitia Pembinaan BIR Se-Wilayah Sarereiket, Sila’Oinan, dan Pusat. Sebelumnya, Jano pernah menjadi Seksi Sosial Stasi St. Yohanes Pembaptis Madobag periode 2017-2019. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.