PADANG – Persekutuan Doa Usahawan, Profesional, dan Execu­tive Katolik Indonesia (Perduki) Padang, Rabu 29 Juni 2022. Perduki Padang terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Badan Pelayanan Keuskupan Pembaharuan Karismatik Katolik (BPK-PKK) Keuskupan Padang No. 018/SKep/BPK PK-KP/VI/2022, tanggal 29 Juni 2022. Pengurus perdana periode 2022 – 2025 diresmikan Bapa Uskup Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX dalam Misa Peresmian dan Pelantikan Pengurus, didampingi P. Alex I. Suwandi Pr, dan P. Ganda Sihombing, Pr. Usai seremoni ini dilanjutkan Talk Show dengan narasumber Mgr. Vitus, Steven Tjhoea (Ketua Umum Perhimpunan Perduki, dan Marcelinus Koordinator Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPKPKK) Keuskupan Padang. Bapa Uskup berharap kehadiran Perduki ini membawa suasana baru di Keuskupan Padang. “Gereja siap bekerja sama untuk membangun keuskupan dengan semakin baik,” katanya.

Koordinator Perduki Padang Periode 2022-2025, Corry dalam sambutannya mengatakan bahwa momen peresmian ini menjadi permulaan dalam memulai perjalanan rohani. Ia berharap pengurus Perduki Padang dapat melayani dengan hati yang penuh sukacita, bisa saling mendukung, menguatkan, saling memahami perbedaan karena setiap orang dengan kelebihan dan keterbatasan. “Justru keterbatasan masing-masing anggota dan pengurus akan semakin dikuatkan karena telah memberikan ruang bagi Roh Kudus untuk berkarya di dalam diri masing-masing.” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Perduki Ja­karta, Steven Tjhoea yang berharap dengan keberadaan Perduki Padang semakin banyak sesama pengusaha, profesional, eksekutif lebih mengenal cinta Allah yang menjadi dasar berbagi Kabar Gembira di dunia usaha di manapun berada. “Perduki pusat atau di Jakarta dengan senang hati akan terus berdampingan dan bersinergi dengan teman-teman Perduki di Padang,” katanya.

Koordinator BPKPKK Keuskupan Padang menyatakan bahwa kegiatan Perduki Padang ke depannya akan membantu Gereja dalam membaharui dan membantu hidup menggereja umat. Menurut Marcelinus, Perduki Padang merupakan kekayaan Gereja keuskupan padang. Perduki Padang berada di dalam Gereja dan taat kepada Gereja Katolik. Tantangan dan hambatan akan selalu ada terutama mengenai waktu karena kesibukan dan juga keuangan. Maka diperlukan pengurbanan dan perjuangan pribadi untuk tetap maju terus bersama. Pengurus tetap berdoa dan semangat dan penuh sukacita dalam menjalankan tugasnya walau penuh tantangan dan halangan. “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang,” katanya mengutip ayat dari Kitab Amsal 17:22. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.