Umurnya tergolong belia, tetapi Elfri Bantu Sinaga, 22 tahun berani mengambil tanggung jawab memegang dua (2) seksi sekaligus dalam jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Maria Ratu Rosario Baganbatu, Riau.
Elfri Bantu – panggilan akrab anak sulung dari lima bersaudara pasangan Osben Sabar Tua Sinaga dan Deslina Br. Tinambunan ini sebagai Seksi Kepemudaan dan Seksi Komunikasi Sosial (Komsos). Sebagai Seksi Komsos, Elfri merasa malu kalau namanya tertulis, tetapi tidak berkarya. Terinspirasi dan termotivasi buku karya P. Fidel Sanbein Pr. yang pernah di Baganbatu Elfri mencoba untuk menulis.

Berbekal “berani mencoba” alumni SMK Negeri 1 Parlilitan ini membuat liputan kegiatan di parokinya lalu dikirimkan ke Redaktur GEMA Keuskupan. Untuk sampai dimuat, ternyata tidak sesederhana yang diba­yang­kannya. Mesti ada beberapa kali proses komunikasi dan konfirmasi dengan Redaktur untuk melengkapi data liputan. Termasuk mesti wawancara dengan peserta kegiatan. “Meski begitu saya senang. Berarti saya diperhatikan. Lebih senang lagi setelah tulisan itu dimuat, kegiatan paroki kami terpublikasi melalui Tabloid GEMA Keuskupan. Pastor pun mengapresiasi dengan yang saya kerjakan. Semoga semua ini memicu dan memacu saya untuk lebih bersemangat menulis,” imbuhnya.

Sebagai pemula dalam dunia tulis menulis, pemuda yang hobi bermain musik dan menyanyi ini mengaku kesulitan merangkai unsur-unsur berita (5W + 1H) menjadi sebuah tulisan sesuai kaidah jurnalistik. Menyadari semua itu, Elfri berharap Paroki dan Komisi Komsos menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi kaum muda dan umat yang berminat. “Tetapi, bagaimana caranya? Itulah yang saya tidak tahu. Tolong dibantu!”, katanya. (ws)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.