Sebagai ketua rayon, Berliana Nababan (59) bergembira bila banyak warga hadir pada pertemuan. Namun ia pri­hatin, karena ada beberapa warga yang belum terbuka hatinya, tidak pernah hadir dalam ke­giatan rayon. “Saya tak kunjung lelah berupa­ya mengajaknya,” katanya. Istri B.P. Siregar, SH (66) ini telah dua periode sebagai ketua rayon Santo Dominikus Siteba Paroki Santo Fransiskus Assisi Padangbaru. Karena kepercayaan warga dan tidak bisa ditolaknya, aturan masa jabatan yang sama maksimal dua periode pun terpaksa dilanggar. Hal ini sudah dilaporkan ke pastor paroki. “Warga bersikeras memer­cayakan saya sebagai ketua rayon. Mau tak mau, saya jalani juga pilihan warga pada periode ketiga ini.” tambah Bendahara Keluarga Nababan Sumatera Barat dan Bendahara Komite Masyarakat Danau Toba se-Sumatera Barat.

Ibu dua anak dan satu anak angkat kelahiran Siborong-borong (Sumatera Utara) 13 Maret 1963 ini mengaku beroleh aura sang suaminya sebagai Pem­bimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kan­tor Kementerian Agama RI Provinsi Sumatera Barat. Di tengah kesibukannya mengelola toko bahan bangunan di kawasan Siteba Padang yang didirikannya 1996, mantan umat Protestan ini aktif dalam berbagai kelompok dan organisasi gerejawi. Pada periode 2022-2025, Bu Regar – sebagian orang memang­gilnya sebagai ketua Wanita Katolik RI Cabang St. Fransiskus Assisi Padang. Sebelumnya, dua periode sebagai wakil ketua. Tahun 1988, Berliana resmi menjadi Katolik setelah sebagai katekumen P. Agustinus Mujihartono, Pr (alm). 

Pada tahun sama (1988), ia menikah di Pangaribuan (Sumatera Utara). Meski ‘pendatang baru’ di lingkungan Katolik, dirinya tidak sungkan dan aktif bersama umat Katolik lainnya. “Saya mengikuti jejak suami, ingin menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk Gereja Katolik! Hati saya terpanggil untuk mengurus rayon dan organisasi perempuan Katolik. Di rayon, setiap warga diundang hadir dalam pertemuan. Bagi yang kurang aktif, saya kunjungi. Meski begitu, tetap saja ada yang belum tergerak hatinya untuk hadir. Untuk tugas-tugas, saya selalu berbagi. Saya memberikan kepercayaan pada warga untuk memimpin Doa Rosario. Kalau warga menolak alasan tidak bisa, saya undang datang ke rumah. Saya dan suami siap memberikan pembekalan sebelum bertugas,” ucapnya. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.