Era pandemi sangat memengaruhi dan juga turut membentuk mentalitas dan kebiasaan hidup kaum muda. Kaum muda saat ini sangat melek Teknologi Informasi (IT) dan sangat cepat mengadopsi budaya lain yang belum tentu sesuai dengan adat budaya bangsa Indonesia. Sesuai dengan keberadaannya, kaum muda sangat penting bagi Gereja dan bangsa. Kaum sebagai agen perubahan, generasi penerus estafet kepemimpinan dalam lini kehidupan mana pun.

Pergerakkan kaum muda tentu tidak lepas dari nilai-nilai dan semangat kepahlawanan. Semangat kepahlawanan yang harus dimiliki kaum muda, terutama mahasiswa adalah berani mengambil tanggungjawab, peduli terhadap perubahan di sekitarnya, dan membela kaum lemah. Sumber dari semangat kepahlawanan ini bisa dari diri sendiri (integritas diri) yang diwujudkan dengan rasa memiliki, mencintai lingkungan, dan peka terhadap keadaan.

Untuk menanamkan nilai ini pada diri kaum muda tidaklah mudah. Salah satu tantangannya adalah kecenderungan kaum muda yang sibuk dengan dirinya sendiri, terlena dengan media sosial. Kaum muda cenderung bersikap apatis dengan lingkungan sekitarnya, sulit untuk keluar dari zona nyamannya.

Situasi ini dialaminya wadah kaum muda. Salah satunya PMKRI Sanctus Anselmus Cab. Padang. Ormas ini menghadapi tantangan berkurangnya kuantitas calon kader. Ada kecenderungan mahasiswa saat ini tidak tertarik beroganisasi, memilih tidak mau repot. Menyikapi situasi ini, para fungsionaris yang ada sekaligus kader penerus terus melakukan penyesuaian, berusaha menjaga semangat perjuangan dilandasi semangat tiga benang merah, yaitu: fraternitas, kristianitas dan intelektualitas. Sebagai ormas Gereja terus bekerja sama dan melakukan sosialisasi dengan pihak-pihak terkait, meminta dukungan Uskup, pastor moderator, para pastor dan pihak-pihak kampus.

Terkait daya juang, kaum muda terutama mahasiswa, masih baik, ditandai dengan banyak yang mau bekerja keras dan berkompetisi satu sama lain. Namun mesti diakui, ada kaum muda (mahasiswa) yang jalan di tempat, kuliah tanpa tujuan yang berujung memperbanyak pengangguran. Daya juang itu bergantung pada diri sendiri dan dipengaruhi lingkungannya. Orang yang berada di zona nyaman, pasti tidak menyukai tantangan. Sebaliknya, orang yang berjiwa petualang, siap bersaing, kreatif, berani mengambil risiko, motivasinya tinggi dan menyukai tantangan.

“Mari berproses!” Artinya berjuang tiada henti. Sama dengan hidup dan kehidupan adalah sebuah proses. PMKRI (Cabang Padang) salah satu wadah bagi kaum muda untuk berproses. PMKRI bukan partai politik, tidka berafiliasi dengan partai politik mana pun. Sebagai ormas, PMKRI melibatkan diri dalam pemberdayaan masyarakat bersama organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan lain. Anggota sebagai bagian kaum muda (Katolik) akan terus bergerak memberikan kontribusi bagi Gereja dan tanah air dengan dengan semangat-semangat kepahlawanan seturut dengan semboyan Pro Ecclesia et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air).

Diasuh oleh: Theresia Indriani Santoso, S.Psi., M.Si
(Psikolog, Pendiri SMART PSY Consulting Padang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *