BUKITTIMAH – Umat Stasi St. Petrus Bukittimah, Paroki St. Fransiskus Xaverius Dumai merasakan suka cita tersendiri. Gereja baru yang mereka harap­kan menjadi kenyataan. Gereja berukuran 10 x 20 meter, yang mulai dibangun 18 Oktober 2021 ini diberkati dan diresmikan Bapa Uskup.

Kepada umat stasi ini, Mgr. Vitus berpesan agar menjadi “batu-batu hidup”. Gereja tidak mungkin dibangun jika tidak ada semangat dan perjuangan dari umat. Tidak mungkin juga umat hanya mencari nafkah, mengumpulkan harta duniawi tanpa bersyu­kur dan tidak menyadari sumber dari segalanya itu berasal. “Kebanyakan umat di sini pendatang, namun sadar, tanah dan tempat itu adalah berkat Tuhan, sehingga langsung bersyukur dengan pujian. Berkat itu bukan hanya gedung baru, namun juga orang yang ada di dalamnya. Gereja menjadi hidup, kalau umat bergerak,” ucap Uskup Vitus.

Peresmian gereja baru ini dihadiri Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kantor Kementerian Agama RI Provinsi Riau, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Riau, Penghulu dan Kepala Desa Mumugo Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir-Riau. Dalam sambutannya, Pembimas Katolik Alimasa Gea, S.Ag.,M.Pd. mengaku bersemangat melihat papan nama registrasi gereja stasi di depan gereja, berlogo Kementerian Agama RI. Alimasa mengapresiasi upaya para pastor yang menghimbau seluruh gereja memasang papan nama tersebut. “Ini bukti pengakuan dan kehadiran pemerintah di tengah umat Katolik,” ujar Alimasa.

Kepala Desa Mumugo, Dahlan menyatakan bangga dengan bangunan gereja yang megah, indah dan bagus ini. “Dengan gereja baru ini, saya berharap iman umat Katolik semakin kuat, masyarakat yang rukun dan damai tetap terjaga. Saya berharap masyarakat Mumugo tidak terpancing dengan isu-isu negatif. Bila iman kuat, tidak mudah terprovokasi!” tandasnya.

Dua fungsionaris ormas Pemuda Katolik meng­apresiasi semangat umat dalam membangun gereja baru ini. Menurut Lorensius Purba, pembangunan gereja baru ini bentuk kemajuan umat yang mandiri. Ketua Pemuda Katolik Komcab Dumai, Cassarolly Sinaga menambahkan sebagai bagian dari warga Gereja, pihaknya berpartisipasi dalam pembangun­an ini untuk pengurusan izin dan membantu cat. “Pembangunan gereja ini hendaknya tidak hanya bermakna secara fisik, tetapi juga bermakna pembangunan iman; di lingkup internal maupun eksternal umat. (bud)/hrd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *