Walau baru mulai kelas VII SMP Maria Padang (2018), menjadi misdinar Paroki Katedral St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus Padang, Alexandro Dennis Gunawan (16) namun sebelumnya sudah dekat dengan Gereja. “Sebelum menerima Komuni Pertama, saya sudah aktif dalam kegiatan Bina Iman Anak (BIA),” ujarnya.

Aktivitas bungsu dua bersaudara pasangan Valentinus Gunawan dan Natalina Lim ini tak luput dari do­rong­an dan sokongan orangtuanya. Selain itu, remaja kelahiran Padang, 30 Maret 2006 ini mengaku karena lingkungan pergaulan. Karena ajakan temannya.

Pelajar kelas XI MIA SMA Don Bosco Padang yang bercita-cita menjadi pro­gram­mer ini mengaku punya pengalaman membekas sebagai misdinar, yaitu: saat Misa Requiem Mgr. Martinus D. Situmo­rang, OFMCap. (alm), Peresmian Semi­nari Maria Nirmala dan Tahbisan Imam-Diakon (2/8). Saat misa requiem begitu banyak uskup dan imam, kesempatan langka di Padang.

Apakah Dennis ingin menjadi imam (pastor)? “Saya belum bisa jawab, belum memikirkannya, seka­rang fokus belajar. Lalu sampai kapan menjadi misdinar? Selagi saya dibutuhkan,”ucapnya. Setahun terakhir ini, Dennis aktif dalam Persekutuan Doa Muda-Mudi Karismatik Katolik Dominikus Savio Paroki Katedral Padang. Ia sebagai pemusik, memegang keyboard. “Menjadi misdinar iman saya, lebih mengenal tata cara dan peralatan liturgi. Di dalam persekutuan doa, saya merasakan damai, suka cita lewat lagu-lagu pujian.” ujarnyawarga OMK Paroki Katedral Padang ini. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *